Rabu 11 September 2019, 17:08 WIB

Atraksi Budaya Massal Buka Festival Lamaholot Flotim

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Atraksi Budaya Massal Buka Festival Lamaholot Flotim

MI/Ferdinandus Rabu
Atraksi Budaya Massal Buka Festival Lamaholot, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur.

 

Berbagai atraksi budaya missal yang dipadukan dalam gerak tari dan musik tradisional warnai pembukaan Festival Lamaholot di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Rabu (11/9).

Dalam atraksi budaya massal ini, seluruh komponen masyarakat mulai dari anak-anak dan pelajar, orang tua, sejumlah komunitas adat dari berbagai usia turt berpartisipasi dalam festival ini. Atraksi ini dalam momentum mempromosikan wisata budaya yang dari berbagai etnik yang ada di Kabupaten Flores Timur.

Sejumlah atraksi budaya ini seperti tarian budaya Gokeng, Tarian Soka, Atraksi Gong Bitong, dan tarian massal Sasong serta atraksi musik tempurung oleh ratusan pelajar dari SDN Lamatou.

Kepala Seksi Pengembangan Seni Dinas Pariwisata Flotim, Silvester Petara Hurit saat dikonfirmasi Rabu (11/9) mengatakan pembukaan festival ini lebih banyak menampilkan atraksi budaya dan tarian untuk menyampaikan budaya selain potensi alam. Flotim juga kaya dengan potensi budaya yang harus tetap dijaga dan dilestarikan.

''Banyak Atraksi budaya yang ditampilkan dalam pembukaan festival. Semua ini dikemas untuk menyampaikan kepada dunia bahwa Flores Timur juga banyak memiliki kekayaan budaya yang dapat menjadi potensi di daerah ini. Seperti ada tiga tarian penjemputan yang ditampilkan dalam pembukaan festival yaitu tarian penjemputan Gokeng, Tarian Soka, dan Tarian Gong Bitong. Tiga jenis tarian ini berbeda namun kesamaan makna sebagai tarian penjemputan. Dan khusus untuk tarian Soka, hanya untuk kaum perempuan dalam tarian ini,'' jelas Silvester.

''Selain itu tak kalah menariknya juga adalah tarian massal Sason, yang ditampilkan oleh 500 orang, yaitu tradisi tarian kegembiraan yang menceritakan asal usul berbagai etnik di Flotim yang hidup dalam semangat kekeluargaan dan gotong royong. Tarian massal Sason ini disertai dengan nyanyian syair dengan kekuatan tarian ini lebih pada ritme kaki,'' pungkas Kasie Silvester.

Sementara itu Bupati Flotim, Anton Hadjon saat membuka Festival Lamaholot menyampaikan harapannya untuk meningkatkan semangat kekeluargaan dan gotong royong untuk bertanggung jawab bersama membangun daerah dan bangsa.

''Pada festival kali ini, konsep gotong royong menjadi roh yang menggerakan komunitas-komunitas seni budaya yang ada untuk berkontribusi secara nyata sehingga pemerintah merasa perlu untuk mendorong tumbuh kembang komunitas yang ada, dan salah satunya melalui festival ini,'' pungkas Bupati Anton Hadjon.

Festival Lamoholot ini digelar selama 5 hari dari 11 September hingga 15 September. Festival digelar di dua lokasi di Flotim daratan dan di Pulau Adonara dengan tiga titik di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Lewolema di Desa Bantala, Kecamatan Adonara Timur di Desa Kiwang Ona dan Desa Karinglamalouk dan di Kecamatan Ile Boleng di titik pantai Ina Burak. (FB/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More