Rabu 11 September 2019, 15:41 WIB

Pemangkasan Pegawai Bukalapak Patahkan Teori Shifting Konsumsi

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Pemangkasan Pegawai Bukalapak Patahkan Teori Shifting Konsumsi

MI/Permana
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara.

 

PENELITI Center of Innovation and Digital Economy dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, menilai, pemangkasan jumlah pegawai yang dilakukan oleh Bukalapak mematahkan teori shifting konsumsi ritel konvensional ke ritel dalam jaringan (daring).

"Faktanya kondisi ekonomi saat ini sama-sama berat, baik bagi pemain konvensional maupun online termasuk start up marketplace," kata Bhima melalui pesan singkat, Rabu (11/9).

Hal itu, lanjut Bhima, disebabkan karena rendahnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga di kisaran 5%. Kelas menengah dan atas yang dijadikan andalan untuk mendorong konsumsi pun akhirnya terpaksa menahan belanja.

"Konsumen sedang khawatir isu resesi ekonomi global, perang dagang, rendahnya harga komoditas," ujarnya.

Baca juga: Kejar Sustainable, Bukalapak Lakukan Penataan Internal

Peluasan bisnis digital, menurut Bhima, tidak akan selalu berjalan mulus. Pasalnya, pihak lain yang selama ini ikut menyuntikkan modal ventura memiliki limit untuk diberikan kepada e-commerce tersebut.

Menurutnya, hal itu yang selama ini kurang diperhatikan pelaku usaha daring. Sisi valuasi dijadikan fokus utama, padahal profit yang didapat belum tentu besar.

"Kalau tidak hati-hati kan bisa bikin bubble alias gelembung. Kita belajar dari dotcom crisis tahun 2000 di AS di mana suntikan besar-besaran ke start up tidak semua berakhir bahagia," jelas Bhima.

Persaingan antar e-commerce saat ini juga dinilai tidak sehat. Promo dan potongan harga yang kerap diberikan akan berdampak pada tersingkirnya beberapa pihak.

Hal itu berkaca pada kasus transportasi daring yang pada akhirnya hanya dimainkan dua pemain saja.

Lebih jauh, Bhima berpendapat pemangkasan pegawai yang dilakukan Bukalapak merupakan dampak dari pelemahan ekonomi.

"Semua pasar online dan offline terdampak pelemahan ekonomi," tandasnya.

Diketahui, sebelumnya Bukalapak melakukan pemangkasan ratusan pegawai sebagai bentuk penataan internal. Divisi engineering dan pemasaran menjadi salah satu yang dipangkas oleh perusahaan berstatus unicorn itu.(OL-5)

Baca Juga

MI/M Irfan

PT SER Merasa Dikhianati Pemkab Bojonegoro

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Jumat 03 Juli 2020, 17:35 WIB
Pihak SER setuju untuk mengikuti rapat hari itu tetapi tidak mengganggap rapat itu sebagai...
Antara/Puspa Perwitasari

Pelaku Hoaks Perbankan Ditangkap, OJK: Agar Masyarakat Tenang

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 03 Juli 2020, 17:26 WIB
Kedua pelaku iseng menyebar hoaks soal perbankan nasional, tanpa mengetahui kondisi yang sebenarnya. Alhasil, terjadi penarikan dana...
Heri Susetyo

OJK: Rush Money di Bukopin Gara-gara Hoaks

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 03 Juli 2020, 17:14 WIB
Tongam mengakui adanya kedua tersangka hoaks yang berhasil ditangkap Polri sanggup memberikan ketenangan pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya