Rabu 11 September 2019, 09:36 WIB

Tidak Bisa Datang, Ketum FPI Minta Pemeriksaan Dijadwal Ulang

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
Tidak Bisa Datang, Ketum FPI Minta Pemeriksaan Dijadwal Ulang

ANTARA/Yudhi Mahatma
Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sobri Lubis

 

KETUA Umum Front Pembela Islam (Ketum FPI) Ahmad Sobri Lubis tidak bisa memenuhi panggilan Polda Metro Jaya pada hari ini, Rabu (11/9). Dia meminta pemeriksaan dijadwal ulang.

"Beliau kembali Jumat (13/9)," kata kuasa hukum FPI Sugito Atmo Pawiro saat dikonfirmasi, Rabu (11/9).

Menurut dia, kliennya sedang berada di Aceh dalam safari dakwah.

Sementara itu, surat panggilan dari penyidik Subdirektorat Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah diterima Sobri.

Namun, Ketum FPI itu mengaku tidak paham atas pemanggilan tersebut.

"Ini perkara yang mana ya? Malah bertanya ke saya. Kalau makar 17 April, Ustaz Sobri enggak ada di tempat, jadi enggak tahu," ungkap Sugito.

Baca juga: Hari Ini, Polisi akan Periksa Ketum FPI

Meski demikian, Sugito memastikan Sobri bakal menghadiri panggilan kedua. Ia mengaku akan menanyakan kepada polisi terkait kasus yang menyeret Ketum FPI tersebut.

"Sepulang dari Aceh kita akan datang untuk klarifikasi perkara yang mana. Insyaallah kita akan tetap datang. Kita akan tetap punya iktikad baik dengan permasalahan ini," tutur dia.

Penyidik sedianya memeriksa Sobri pada pukul 10.00 WIB.

Ia dimintai keterangan sebagai saksi terkait laporan polisi bernomor LP/B/0391/IV/2019/Bareskrim tertanggal 19 April 2019 atas dugaan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara/makar.

Perkara itu terkait peristiwa yang terjadi di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 17 April 2019. Pelapor dalam kasus itu yakni Supriyanto.

Namun, terlapor dalam kasus ini belum diketahui. Perkara ini dilimpahkan dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri ke Polda Metro Jaya. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More