Rabu 11 September 2019, 09:27 WIB

PDAM Flores Timur Rugi Rp600 Juta Lebih

Ferdinandus Rabu | Nusantara
PDAM Flores Timur Rugi Rp600 Juta Lebih

MI/Palce Amalo
Ilustrasi

 

KEMARAU berkepanjangan yang sudah berlangsung selama kurang lebih 5 bulan di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebabkan kekeringan pada sumber air baku PDAM. Perusahaan air daerah ini pun merugi. Direktur PDAM Flotim, Fransiskus M. Carvalho saat dikonfirmasi Rabu (11/9), mengakui kemarau dalam 5 bulan terakhir ini menyebabkan debit air baku hanya tersisa 21 liter per detik. Akibatnya PDAM mengalami kerugian lebih dari Rp600 juta dalam 5 bulan ini.

"Kemarau kali ini memang lebih fatal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dua sumber air baku kami terus menurun debit airnya. Dan hingga Agustus kemarain debit air tersisa 21 liter/detik dari normalnya 70 hingga 100 liter/detik. Kerugian mencapai Rp130 juta per bulan. Sehingga jika ditotalkan dalam 5 bulan kemarau ini kerugian sudah mencapai Rp650 juta," kata Fransiskus, Rabu (11/9).

Kerugian ini akibat frekuensi menggunakan pompa air lebih banyak dibandingkan kondisi normal.

Biasanya PDAM hanya menggunakan tiga pompa dalam operasionalnya. Namun sejak April hingga sekarang, PDAM mengerahkan lebih dari tiga pompa untuk distribusi air bersih kepada pelanggan.

"Dan untuk satu kali pompa, kami harus mengeluarkan uang sebesar Rp130 juta setiap bulan untuk membayar listrik. Ini yang menyebabkan kerugian kami. Kami khawatir jika kemarau ini terus berkelanjutan, maka akan semakin memberatkan," ujarnya.

Laporan dari PDAM Flores Timur menyebutkan, dua sumber air baku seperti di Lepomatan, saat ini tersisa 21 liter per detik. Turun dari normalnya 100 liter per detik. Begitu juga sumber air baku di Waidoko yang biasa dioperasikan dengan pompa juga menurun drastis. Biasanya 42 liter per detik, tetapi saat ini hanya 24 liter per detik.

baca juga: Gara-Gara Narkoba, Ribuan Pemuda di Pidie Alami Gangguan Jiwa

Turunnya debit air baku ini membuat PDAM  mulai kesulitan melayani 6.300 pelanggan yang ada di Kota Larantuka. Minimal dibutuhkan debit air baku sekitar 65 liter per detik agar dapat didistrbusikan ke seluruh pelanggan. Jalan keluar satu-satunya adalah mulai mengurangi dan membatasi pelayanan air bersih dari biasanya 2 atau 3 hari sekali, kini jangka wakttu distribusi air lima sampai enam hari sekali. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More