Rabu 11 September 2019, 10:30 WIB

Kivlan Menangis Jelang Sidang Perdana

Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Kivlan Menangis Jelang Sidang Perdana

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen (kanan) menangis saat berbincang dengan istrinya, Dwitularsih Sukowati.

 

MANTAN Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen menitikkan air mata sebelum mendengar dakwaan jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemarin.

Ia menangis di hadapan sang istri yang terus menyapu air matanya. Istrinya, Dwitularsih Sukowati sebelumnya hanya duduk di bangku pengunjung sidang. Namun, perlahan bangkit dan menghampiri sang suami.

Dwitularsih tampak berada di ruang persidangan dengan memakai kerudung berwarna abu-abu. Mereka terlihat berbincang-bincang sesaat. Saat berbincang itulah Kivlan terlihat meneteskan air mata.

Tidak diketahui apa yang dibicarakan keduanya. Istri Kivlan pun beberapa kali mengusap wajah suaminya saat menangis. Ia juga sesekali memeluk erat sang suami.

Kivlan hadir dalam sidang perdana dengan agenda dakwaan terhadap dirinya dalam perkara kepemilikan senjata api ilegal.

Dia datang dengan menggunakan kursi roda karena sedang mengalami sakit komplikasi. Pengacara Kivlan, Tonin Rachta, mengungkapkan bahwa kliennya sedang dalam kondisi yang kurang baik akibat sakit.

Jaksa penuntut umum (JPU) PN Jakarta Pusat mendakwanya memiliki empat pucuk senjata api ilegal dan menguasai ratusan butir peluru.

"Sebagai orang yang melakukan atau turut melakukan perbuatan tindak pidana, yaitu tanpa hak, menerima, menyerahkan, menguasai, membawa, menyimpan, mempergunakan senjata api, amunisi atau bahan peledak, yakni empat pucuk senjata api dan 117 peluru tajam," kata jaksa Fathoni.

Adapun jenis senjata yang dimiliki Kivlan dan saksi lainnya setelah diperiksa Labfor Bareskrim Polri, antara lain sebuah senjata api model Colt dengan diameter lubang laras 8,78 mm, sebuah senjata api model pistol dengan diameter lubang laras 5,37 mm, sebuah senjata api rakitan dengan diameter lubang laras 5,33 mm, dan sebuah senjata api laras panjang rakitan dengan dia-meter lubang laras 5,10 mm.

Kivlan didakwa melanggar Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12/drt/1951 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Juga, melanggar Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12/drt/1951 juncto Pasal 56 ayat (1) KUHP. Pasal tersebut mengatur tentang kepemilikan senjata api ilegal. (Iam/P-3)

Baca Juga

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Kepmendagri tidak Larang Ojek Beroperasia

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 31 Mei 2020, 20:35 WIB
Plt Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori menjelaskan, dalam Kepmendagri, sama sekali Mendagri Tito Karnavian tidak melarang ojek...
MI/ARYA MANGGALA

NasDem : Penggantian PSN Perlu Pertimbangan Sistem Pertahanan

👤Teguh Nirwahyudi 🕔Minggu 31 Mei 2020, 17:54 WIB
KEMENTERIAN Koordinator Perekonomian mengusulkan penggantian Proyek pesawat R80 dan N245 menjadi proyek drone dalam usulan Proyek Strategis...
MI/Susanto

Ketua Komisi I Desak Pemerintah Lindungi WNI di AS

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 17:33 WIB
Dia meminta perwakilan pemerintah RI di AS untuk menghubungi WNI yang ada di sana secara acak untuk memastikan kondisi keamanan mereka...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya