Rabu 11 September 2019, 08:00 WIB

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Kalsel

Denny Susanto | Nusantara
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Kalsel

Antara
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan telah mengganggu jadwal penerbangan di Kalimantan Selatan.

 

KEBAKARAN hutan dan lahan di Kalimantan Selatan yang berlangsung sejak Agustus lalu semakin parah dan menimbulkan kabut asap di sebagian besar wilayah tersebut. Serangan kabut asap juga mulai mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru.

Pantauan Media Indonesia pada Rabu (11/9), kabut asap pekat menyelimuti kawasan bandara Syamsudin Noor dan menyebabkan sejumlah jadwal penerbangan terutama pagi hari terpaksa ditunda. Laporan pihak Angkasa Pura pada Pusat Pengendalian dan Operasional BPBD Kalsel menyebut jarak pandang hanya 200 meter sampai 600 meter saat pagi hari.

Sementara jarak pandang minimal untuk penerbangan di atas 800 meter, sehingga penerbangan terpaksa ditunda. Penundaan jadwal penerbangan rata-rata satu setengah jam pada pagi hari. Jadwal penerbangan pagi yang ditunda antara lain Banjarmasin tujuan Surabaya, Balikpapan, Yogyakarta, dan Jakarta. Namun untuk jadwal penerbangan siang dan sore diharapkan bisa berjalan normal.

"Serangan kabut asap semakin parah dan sempat mengganggu jadwal penerbangan," ujar Wahyudin Ujud, Kepala BPBD Kalsel, Rabu (11/9).

Selain mulai mengganggu jadwal penerbangan serangan kabut asap juga mengganggu kelancaran transportasi dan kesehatan masyarakat. Jumlah penderita ISPA terus meningkat.

baca juga: Hujan Buatan Disiapkan

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, Yusuf Efendi, mengatakan pihaknya memberikan toleransi kepada siswa yang bermukim di daerah terpapar kabut asap untuk tidak masuk sekolah. Hingga kini karhutla di Kalsel semakin parah dan terus meluas. Tercatat karhutla di Kalsel telah mencapai lebih 3.000 hektar dengan jumlah titik api hampir 400 titik api berdasarkan pantauan satelit aqua terra. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More