Rabu 11 September 2019, 08:50 WIB

RI Perkukuh Hubungan Dagang dengan UEA

Akhmad Mustain Laporan dari Dubai | Internasional
RI Perkukuh Hubungan Dagang dengan UEA

MI/Akhmad Mustain
Dirjen PEN Kemendag Dody Edward .

 

SITUASI perdagangan global akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok menjadi tantangan bagi Indonesia untuk memperbesar dan membuka pasar ekspor. Salah satunya memperkuat hubungan dagang dengan Uni Emirat Arab (UEA).

"Pemerintah Indonesia telah memberikan perhatian khusus dalam membina dan memperkuat hubungan perdagangan dengan UEA. Tidak hanya untuk memperkuat jaringan, tetapi juga dapat saling menguntungkan, yang akan memperdalam hubungan bersama," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Dody Edward saat menggelar pertemuan bisnis dengan pengusaha UAE di Dubai, Senin (9/9) malam waktu setempat.

Menurut Dody, penguatan bisnis Indonesia-UEA harus segera digagas. Pasalnya, perdagangan global saat ini menghadirkan tantangan besar dengan lebih banyak proteksionisme, tindakan sepihak, dan langkah-langkah hukuman yang mengarah pada perang perdagangan.

"Karenanya, saya sangat menghargai bahwa resepsi bisnis yang diadakan ini merupakan salah satu upaya untuk menekankan saling pengertian dan mewujudkan ikatan ekonomi yang lebih kuat antara UEA dan Indonesia," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dody juga mengajak para pengusaha UEA untuk hadir dalam Trade Expo Indonesia 2019 yang digelar pada 16-20 Oktober mendatang di Jakarta.

Pameran itu merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Tahun lalu, lebih dari 28.000 pengunjung dari luar Indonesia hadir. Sebanyak 55 di antara mereka merupakan pengusaha dari UEA.

"Di sana Anda dapat menemukan pemasok baru untuk barang dan jasa berkua-litas, atau bertemu mitra potensial untuk investasi," tutur Dody.

Sementara itu, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengatakan Indonesia merupakan negara berpenduduk 266 juta orang dengan demokrasi yang stabil. Indonesia, menurut dia, diprediksi menjadi ekonomi terbesar ketujuh di dunia pada 2030 dan bahkan keempat pada 2050.

"Untuk mewujudkan semua potensi ini, pemerintah Indonesia terus melakukan reformasi dan membuka perekonomian untuk menanggapi tantangan saat ini dan masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, Indonesia jelas merupakan gerbang yang sangat solid dan menjanjikan untuk mengakses pasar Asia.(X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More