Selasa 10 September 2019, 19:30 WIB

Tiga Calon Ketua Umum HIPMI Adu Gagasan di Debat Penentuan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Tiga Calon Ketua Umum HIPMI Adu Gagasan di Debat Penentuan

Dok. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia
3 calon ketua umum HPMI dalam debat pamungkas jelang Munas Pemilihan ketua umum HIPMI

 

RANGKAIAN kegiatan Road to Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) XVI berupa Kuliah Umum, Debat Terbuka serta Uji Kelayakan dan Kepatutan untuk memilih Ketua Umum HIPMI 2019–2022,memasuki fase akhir.  

Hal tersebut ditandai dengan dipertemukannya kembali ketiga calon ketua umum (caketum) dalam Debat Final yang dilaksanakan secara live pada hari Minggu (8/09) di Studio 1 Menara Kompas, Jakarta.

Ketiga caketum yang tengah berkontestasi yakni: Bagas Adhadirgha (Ketua Bidang Luar Negeri dan Pariwisata BPP HIPMI), Ajib Hamdani (Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI), dan Mardani H Maming (Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI dan mantan Bupati Tanah Bumbu).

Acara dikemas selama satu jam dengan menghadirkan sejumlah panelis untuk menguji para kandidat. Ketiga panelis tersebut adalah Abdul Latief, Mantan Ketua HIPMI 1972–1973 yang juga pendiri HIPM;, Ahmad Erani Yustika, ekonom yang juga ahli di bidang pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM); dan Dr. Aviliani, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).

Acara debat dibagi menjadi dua sesi. Diawali dengan presentasi visi dan program kerja yang berkaitan dengan tema debat “Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0” selama 2 menit dan diakhiri dengan tanya jawab panelis selama masing-masing 15 menit.

Ketua Umum HIPMI 2015–2018 Bahlil Lahadalia mengatakan, HIPMI lahir dengan cita-cita mulia mensejaterahkan kemerdekaan, mensejaterahkan rakyat dan menjadi pemain ekonomi indonesia serta sekaligus menjadi tuan di negeri sendiri.

Baca juga : Pilih Ketua Baru, Hipmi Gelar Rangkaian Kuliah Umum dan Debat

Cita-cita mulia tersebut dituangkan dalam pasal 7 anggaran dasar HIPMI tentang tujuan bagaimana menciptakan anak muda yang memiliki kapasitas entrepreneurship dan bagaimana HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah, berjuang untuk menumbuh kembangkan suasana ekonomi yang berpihak pada penguatan pengusaha nasional.   

Jadi dalam konteks tersebut, tidak lain dan tidak mungkin kalau HIPMI kemudian dipimpin oleh orang yang tidak memiliki kompetensi.  

"Debat kali ini adalah sebagai bentuk wujud komitmen moralitas dan wujud komitmen intelektualitas sebagai kader HIPMI untuk membawa HIPMI kedepan ke arah yang lebih baik.  Dan ketiga calon yang hadir di acara debat kali ini adalah calon-calon terbaik yang memiliki kompetensi dan leadership dalam ekonomi nasional," katanya dalam keterangan tertulis.

Acara malam debat pamungkas tersebut ditutup oleh Erwin Aksa, Mantan Ketua HIPMI Periode 2008 – 2011. Ia mengatakan, di setiap zaman pasti selalu ada hasil yang baik di setiap kepengurusan karena HIPMI memiliki kader yang luar biasa dengan talenta yang dimiliki, kemampuan untuk membawa anak muda menjadi pelaku usaha yang ikut membangun ekonomi bangsa kita.  

"Saya yakin kedepannya akan lebih banyak tantangan, dan saya berharap Ketua Umum yang akan datang akan membawahi HIPMI secara jauh lebih baik lagi serta merangkul dan menggandeng kader–kader yang lain," ujarnya.

Puncak Munas HIPMI XVI akan berlangsung di Jakarta pada tanggal 16–18 September mendatang dan menurut rencana akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri oleh lebih dari 2,000 pengusaha muda dari Seluruh Indonesia. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More