Selasa 10 September 2019, 23:53 WIB

Korupsi Dana Desa, 6 Kepala Desa Di Sikka Masuk Bui

Alexander P. Taum | Nusantara
Korupsi Dana Desa, 6 Kepala Desa Di Sikka Masuk Bui

MI/Alexander P. Taum
Kepala Kejaksaan Negeri Sikka Azman Tanjung

 

DALAM 2 Tahun terakhir, Kejaksaan Negeri Sikka, Nusa Tenggara Timur, telah mengeksekusi penjara 6 Kepala Desa yang mengorupsi Dana Desa.

Ke-6 Kepala Desa itu masuk bui dengan tenggang waktu berbeda. Total kerugian Negara akibat tindak pidana Korupis itu mencapai miliaran rupiah. 1 Desa lagi masih dalam tahap penyelidikan.   

Para Kepala Desa yang telah dipenjara akibat penyalahgunaan dana desa yakni Kepa Desa Rumut, Kecamatan Waigete; Desa Kringga, Kecamatan Talibura; Desa Nebe, Kecamatan Mego; Desa Loke, Kecamatan Tana Wawo.

Sedangkan Desa Nelle Urung, Kecamatan Nelle masih dalam tahap penyidikan.  

“kasus korupsi dana desa dalam dua tahun terakhir menjadi perhatian kami. Sehingga proses hokum tetap menjadi prioritas kami, terutama dalam dua tahun terakhir,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Sikka, Azman Tanjung,SH, Selasa siang.  

Kajari Sikka merinci, keenam kepala Desa yang sudah dieksekusi penjara tersebut yakni Kades Rumut, kecamatan Waigete, Petrus Kanisius, nilai kerugian negara senilai Rp536 juta

"Putusan pidana penjara 3 tahun, potongan tahanan denda Rp50 juta Subsidair 1 Bulan Kurungan uang pengganti Rp379.295.376,- Subsodair 1 Tahun Penjara",ungkapnya.

Baca juga : Diduga Korupsi Dana Desa, Oknum ASN di Sikka Diburu Jaksa

Kades Rumut itu mengorupsi dana desa Rumut, kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka tahun anggaran 2016 atas nama tersangka Petrus Kanisius, senilai kurang lebih Rp536.397.376.

Tindak pidana korupsi dana desa Nebe 2015 dan dana desa  Kringa 2016 kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka atas nama tersangka Evaritus  Evaritus Ramba  (Penjabat Kepala Desa Nebe 2015 & Dana Desa Kringa 2016 Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka) Senilai Rp211 juta

"Putusan pidana penjara 3 Tahun 6 Bulan Poto Tahanan denda Rp. 50 juta Subsidair 1 Bulan Kurungan uang penggariti Rp. 211.275.000 Subsidair 1 Tahun Penjara",ungkapnya.

Tindak pidana korupsi dana desa Dobo kecamatan Mego kabupaten Sikka tahun anggaran 2017 (Pada Kantor Desa Dobo, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2017) Senilai  Rp.266 juta

Tindak pidana korupsi dana desa pengadaan listrik tenaga surya (PLTS) di desa Loke, kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka tahun anggaran 2016 atas nama tersangka Benediktus Berno Nggelu (Kepala Desa Loke, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka) Senilai Rp. 116,78 juta.

Putusan pidana penjara 1 tahun dan 3 Bulan Potong Tahanan Denda: Rp. 50 juta subsider 1 Bulan Kurungan uang penggnti telah disetorkan oleh yang bersangkutan pada saat penyidikan Polri sebagai Subsidair.

Kajari Sikka berharap, keran Dana Desa yang bertujuan menyejahterakan rakyat dipergunakan secara transparan dan melibatkan banyak pihak.

"Jika hanya satu orang mendominasi dalam penggunaan dana Desa, sangat berpotensi untuk dikorupsi," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA/DIDIK SUHARTONO

Positif Covid-19 Melambung, Surabaya Bakal Terapkan Jam Malam

👤Faishol Taselan 🕔Senin 06 Juli 2020, 19:25 WIB
Pembatasan aktivitas malam hari itu bakal diberlakukan mulai pukul  22.00 WIB untuk warga kota. Kecuali, untuk sektor kesehatan,...
MI/AMIRUDDIN ABDULLAH

Pertanian Pisang Kepok di Kabupaten Seruyan Kembali Bangkit

👤Surya Sriyanti 🕔Senin 06 Juli 2020, 19:20 WIB
Petani pisang di Desa Bangun Harja, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, Kalteng kembali bersemangat menanam...
Antara/ Irwansyah Putra

Damar Bayi Gajah Sumatra Diberi Akte Kelahiran oleh Gubernur Riau

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Senin 06 Juli 2020, 18:55 WIB
Gubernur Riau Syamsuar, Senin (6/7), menandatangani sertifikat atau akte kelahiran pemberian nama 'Damar' kepada bayi gajah Sumatra...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya