Rabu 11 September 2019, 08:00 WIB

Garuda kembali Terpuruk

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Sepak Bola
Garuda kembali Terpuruk

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wpa.
Pesepak bola Timnas Thailand Chanathip Songkrasin (kiri) berjabat tangan dengan pesepak bola Timnas Indonesia Stefano Lilipaly (kanan)

 

TIMNAS Indonesia harus menerima kenyataan pahit kembali menelan kekalahan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dalam lanjutan penyisihan Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Menjamu Thailand, tim 'Garuda' menyerah 0-3.

Sebelumnya, Indonesia menyerah 2-3 dari Malaysia. Dua kekalahan yang dialami membuat Indonesia berada di posisi juru kunci, sedangkan Thailand berada di posisi puncak klasemen sementara dengan poin empat dari dua laga.

Bagi pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy, kekalahan dari Thailand menjadi kekalahan ketiga dalam lima laga sejak menukangi tim 'Garuda'.

Selain dari Malaysia, McMenemy dan tim 'Garuda' menyerah 1-4 dari Yordania, sedangkan dua laga lainnya dilewati pelatih asal Skotlandia itu dengan kemenangan atas Myanmar (2-0) dan Vanuatu (6-0).

McMenemy mengaku bahwa lagi-lagi babak kedua permainan anak asuhnya jauh dari harapan. Menurutnya, pemain Indonesia memulai laga dengan mental yang sangat bagus.

"Di babak kedua, kami harus kecolongan, mungkin kesalahan sendiri yang menyebabkan kami kalah. Frustrasi atas kekalahan memang susah diterima, tapi kita harus terus melangkah ke depan," tambahnya.

Tampil cukup bagus di babak pertama dengan menciptakan peluang, kelengahan para pemain Indonesia harus dibayar mahal di babak kedua.

Thailand membuka kemenangan melalui gol sukses menggetarkan gawang Indonesia di menit ke-55 melalui Supachok Sarachat. Pemain bernomor kostum tujuh itu mampu melesatkan tendangan terukur dari luar kotak penalti ke arah kiri gawang Andritany.

Hanya berselang 9 menit, Thailand menggandakan keunggulan melalui penalti Theerathon Bunmathan menyusul pelanggaran Andritany terhadap Sarachat di kotak terlarang.

Di menit ke-73, Sarachat kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus memastikan kemenangan 3-0 Thailand.

Penonton sepi

Jumlah penonton di SUGBK saat Indonesia menghadapi Thailand, jauh di bawah jumlah penonton saat laga melawan Malaysia, pada 5 September.

Laga melawan Thailand hanya disaksikan sekitar 12 ribu penonton. Sementara itu, saat Indonesia melawan Malaysia, jumlah penonton di SUGBK hampir mencapai 55 ribu orang.

Sepinya jumlah suporter Indonesia di SUGBK disesali pendukung Thailand yang sengaja datang ke Indonesia untuk mendukung tim kesayangan mereka. Salah satu fan Thailand, Sakchai Kongthong, mengaku sedih suporter Indonesia yang datang tak sebanyak yang ia bayangkan.

Kongthong sengaja datang ke Jakarta untuk merasakan sensasi atmosfer SUGBK yang hanya sering ia lihat dalam televisi. "Saya ingin merasakan sensasi ribuan penonton bernyanyi dan bersorak-sorai di Stadion GBK," ucapnya.

Ia tak mempermasalahkan kericuhan suporter saat laga melawan Malaysia. "Saya rasa itu bukan masalah. Fan Thailand dan Indonesia baik-baik," ucapnya. (R-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More