Selasa 10 September 2019, 21:25 WIB

Setelah Pulih, Tamu di Kediaman Habibie Akan Dibatasi

Tesa Oktiana Surbakti | Politik dan Hukum
Setelah Pulih, Tamu di Kediaman Habibie Akan Dibatasi

MI/M. Irfan
Putra bungsu BJ Habibie, Thareq Kemal habibbie

 

PRESIDEN Republik Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie, tengah dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Habibie mengalami kelelahan, karena masih beraktivitas tinggi di usia senja.

Setelah Habibie dinyatakan sembuh, pihak keluarga akan membatasi kunjungan di kediaman Habibie yang dikenal sebagai sosok yang tidak pelit berbagi ilmu. Perjalanan sebagai petinggi negara dan tokoh industri, membuat banyak orang ingin mendengarkan pandangan Habibie.

"Bapak senang terima banyak tamu, yang meminta pendapat. Apalagi beliau paham teknologi dan pernah menjadi presiden dan menteri. Kelemahan bapak itu lupa bahwa otak masih jalan, tapi badan sudah tidak seirama lagi. Ke depan, kunjungan di rumah Kuningan harus dibatasi," ujar Thareq Kemal Habibie, saat memberikan konferensi pers di RSPAD Gatot Soebroto, Selasa (10/9).

Pria berusia 83 tahun itu sengaja dibawa ke Cardiac Intensive Care Unit (CICU) RSPAD Gatot Soebroto, agar bisa beristirahat maksimal. Selama di rumah, Habibie tidak memiliki waktu istirahat, karena frekuensi kunjungan yang tinggi. Apalagi Habibie cenderung ingin menunjukkan kondisinya sehat.

"Ketika banyak yang menjenguk, bapak beraktivitas lagi. Beliau tidak mempunyai waktu untuk istirahat," imbuh Thareq seraya meminta pengertian semua pihak, bahwa kondisi Habibie tidak prima seperti usia muda.

Baca juga : BJ Habibie Sempat Tanyakan Hoaks Dirinya Wafat

"Bapak saya sejak muda sudah punya masalah dengan jantung. Otomatis setelah menua, jantungnya sangat lemah. Semua organ di badan juga melemah sesuai dengan umur. Aktivitas tinggi dan tidak ada waktu beristirahat, badan beliau akhirnya memberontak," jelas Thareq.

Pihak keluarga, lanjut Thareq, akan menjelaskan detail kesehatan Habibie setelah pulih. Dia pun berjanji terus mengabarkan kondisi Habibie kepada publik.

"Nanti kalau bapak sudah pulih, kita terangkan semua yang terjadi. Sekarang saya minta doa saja. Jangan khawatir, bapak dalam keadaan stabil dan semakin membaik," pungkasnya.

Sejauh ini, pihak keluarga tidak berencana membawa Habibie ke Jerman, lantaran percaya dengan kualitas dokter di dalam negeri. Seperti diketahui, istri Habibie, Hasrie Ainun, sempat dirawat di Jerman sebelum menghembuskan napas terakhir.

"Tim dokter di sini cukup bagus, kenapa harus dibawa ke Jerman? Lagipula sangat berbahaya untuk menerbangkan orang tua yang sakit," pungkas Thareq. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More