Selasa 10 September 2019, 20:41 WIB

Pemimpin Hong Kong Peringatkan AS Tak Ikut Campur

haufan Hasyim Salengke | Internasional
Pemimpin Hong Kong Peringatkan AS Tak Ikut Campur

AFP/Anthony Wallace
Pemimpin Eksekutif Hong Hong Carrie Lam

 

PEMIMPIN Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak ‘mengganggu’ langkah dan upaya pemerintahnya terhadap gerakan prodemokrasi di kota itu.

Peringatan datang setelah pengunjuk rasa prodemokrasi dalam aksi baru meminta Washington untuk meningkatkan tekanan pada Beijing.

Jutaan orang telah turun ke jalan-jalan dan objek vital di Hong Kong selama 14 minggu terakhir dalam tantangan terbesar terhadap kekuasaan Tiongkok di pusat keuangan itu sejak diserahkannya dari Inggris pada 1997.

Para pengunjuk rasa turun ke jalan lagi pada Minggu (8/9), berbaris ke kantor konsulat AS untuk meminta Kongres mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) yang menyatakan dukungan untuk gerakan prodemokrasi.

UU itu disinyalir dapat mengganggu hak istimewa perdagangan Hong Komg dengan AS. Carrie Lam, mengatakan setiap perubahan pada hubungan ekonominya dengan Washington akan mengancam ‘keuntungan bersama’.

Baca juga : Para Pemberani di Garis Depan Hong Kong

"Sangat tidak pantas bagi negara mana pun untuk ikut campur dalam urusan Hong Kong," ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/9).

"Saya berharap tidak ada lagi orang di Hong Kong yang secara aktif meminta Amerika Serikat agar lolos meloloskan undang-undang itu," imbuhnya,

Lam sekali lagi mengecam demonstran selama konferensi persnya.

"Aksi penghancuran gila yang dilakukan di stasiun MTR menunjukkan pengunjuk rasa telah bertindak di luar mengekspresikan pandangan mereka tentang hukum ekstradisi dan tuntutan lainnya," kata Lam, menggunakan nama perusahaan yang menjalankan layanan kereta bawah tanah kota.

"Kekerasan yang meningkat dan terus menerus tidak dapat menyelesaikan masalah yang kita hadapi di Hong Kong," timpalnya.

Presiden AS Donald Trump pun telah menyerukan resolusi damai untuk krisis politik Hong Kong dan mendesak Beijing untuk tidak meningkatkan tindakan keras terhadap aksi prodemokrasi. Namun dia juga mengatakan terserah Tiongkok untuk menangani protes.

Washington telah menolak tuduhan Beijing yang menuding AS mendukung para demonstran dan Tiongkok telah memberikan sedikit bukti untuk mendukung klaimnya di luar pernyataan dukungan dari politisi ‘Negeri Paman Sam’. (AFP/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More