Selasa 10 September 2019, 23:40 WIB

Korut Tembakkan Proyektil seusai Tawarkan Dialog

Korut Tembakkan Proyektil seusai Tawarkan Dialog

AFP
Rudal milik Korea Utara

 

KOREA Utara (Korut) menembakkan proyektil ke laut, beberapa jam setelah Pyongyang mengatakan pihaknya bersedia untuk mengadakan pembicaraan tingkat kerja bulan ini dengan Amerika Serikat.

Korea Utara dua kali meluncurkan proyektil tak dikenal Selasa pagi di arah timur. Benda-benda itu terbang sekitar 330 kilometer (205 mil) dari daerah Kaechon di provinsi Pyongan Selatan, menurut militer Korea Selatan. "Kami mendesak Korut untuk menghentikan tindakan semacam itu yang meningkatkan ketegangan di kawasan itu," kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.

Tidak ada rincian lebih lanjut yang segera tersedia, tetapi itu merupakan yang terbaru dalam serangkaian provokasi. Peluncuran sebelumnya telah diidentifikasi sebagai rudal jarak pendek.

"Kami mengetahui laporan proyektil yang diluncurkan dari Korut," kata seorang pejabat senior AS. "Kami terus memantau situasi dan berkonsultasi dengan sekutu kami di wilayah ini."

Trump dan Kim telah sepakat untuk memulai kembali dialog tingkat kerja selama pertemuan dadakan di Zona Demiliterisasi yang membagi Korea Utara dan Korea Selatan yang bersenjata nuklir pada Juni, tetapi pembicaraan itu belum dimulai.

"Kami memiliki kemauan untuk duduk bersama pihak AS untuk diskusi komprehensif tentang masalah yang sejauh ini telah kami ambil pada waktu dan tempat yang akan disepakati pada akhir September," kata Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Son Hui.

Harapan dialog Korea Utara dengan AS berangsur-angsur menghilang, setelah Pyongyang melakukan serangkaian uji coba senjata untuk memprotes latihan militer bersama AS-Korea Selatan.

Pada Senin, Choe mengingat komentar Kim bahwa Korea Utara akan menunggu sampai akhir tahun bagi Washington untuk keluar dari metode penghitungan saat ini dan mendesak AS untuk mengajukan tawaran yang dapat diterima atau risiko yang membahayakan seluruh proses diplomatik. (AFP/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More