Selasa 10 September 2019, 19:45 WIB

Ratusan Sekolah di Malaysia Tutup Akibat Asap

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Ratusan Sekolah di Malaysia Tutup Akibat Asap

ANTARA
Kabut asap selimuti Kuala Lumpur

 

MALAYSIA telah mengirim setengah juta masker wajah ke negara bagian timur Sarawak, tempat tingkat polusi udara telah meningkat di tengah memburuknya kebakaran hutan di Indonesia, kata pihak berwenang, Selasa (10/9).

"Nadma telah memperoleh 500.000 masker wajah dan mengirimnya ke cabang agensi di Sarawak," kata Badan Manajemen Bencana Nasional Malaysia (Nadma) dalam sebuah pernyataan.

Badan itu dan Departemen Pendidikan juga bekerja untuk membawa penutup wajah atau masker ke sekolah-sekolah di daerah yang terkena bencana.

Indeks Polusi Udara (API) di Sarawak, sisi Malaysia di Pulau Kalimantan, mencapai tingkat tidak sehat pada Selasa dengan satu kabupaten tercatat 201, tingkat ‘sangat tidak sehat’. Kondisi udara tidak sehat dicatat di lima negara bagian Malaysia lainnya.

Secara terpisah, Departemen Pendidikan mengatakan 409 sekolah dasar dan menengah di seluruh Sarawak ditutup pada Selasa, memengaruhi lebih dari 150.000 siswa.


Baca juga: Dunia Diingatkan untuk Mengantisipasi Dampak Perubahan Iklim


Namun, ujian nasional untuk siswa Kelas 6, yang dikenal sebagai Ujian Pencapaian Sekolah Rendah, diadakan sesuai jadwal.

Di Twitter, seperti dilansir Channel News Asia, Menteri Pendidikan Maszlee Malik mengatakan sekolah di daerah dengan API di atas 200 akan segera ditutup.

Sebelumnya, Mengutip Free Malaysia Today, semua sekolah di Sarawak yang berlokasi di daerah dengan pembacaan Indeks Pencemar Udara (API) di atas 200 pada Senin diperintahkan tutup karena kabut yang memburuk.

Departemen pendidikan Sarawak mengatakan dewan ujian juga akan menunda ujian jika API mencapai 300.

Departemen mengatakan kepala sekolah diminta untuk memberi tahu kantor pendidikan kabupaten tentang penutupan sekolah.

"Sekolah hanya akan dibuka kembali setelah catatan API berkurang menjadi di bawah 200," ujarnya dalam sebuah pernyataan. (AFP/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More