Selasa 10 September 2019, 18:50 WIB

PLTSa Sumur Batu Belum Berhasil, Pemkot Jalin Kerja Sama Baru

Gana Buana | Megapolitan
PLTSa Sumur Batu Belum Berhasil, Pemkot Jalin Kerja Sama Baru

ANTARA FOTO/Risky Andrianto/wsj.
UJI COBA PLTSa TPA SUMUR BATU: Pekerja memeriksa pengoperasian mesin instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)

 

PEMERINTAH Kota Bekasi kembali melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan tiga perusahaan swasta terkait pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Upaya ini dilakukan sebagai percepatan implementasi Peraturan Presiden (Perpres) No 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengelola Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

“Kalau kita tunggu terus PT Nusa Wijaya (NW) Abadi kapan terlaksanannya? Ini salah satu upaya percepatan mereduksi jumlah sampah di TPA Sumur Batu,” ungkap Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota Bekasi, Bilang Nauli Harahap, Selasa (10/9).

Baca juga: 10 Ribu Aparat Siap Kawal Laga Indonesia vs Thailand

Bilang menyampaikan, tiga perusahaan swasta tersebut adalah PT. Mamminasata Dalle Konstruksi, PT. Matahari Hijau Energi dan PT. Bioelektra Power Indonesia. Rencanannya, tiga perusahaan tersebut akan beroperasi di wilayah Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi.

“Beda lokasi dengan PLTSa yang sudah ada di dalam TPA Sumur Batu saat ini,” kata dia.

Bilang menyampaikan, produksi sampah di Kota Bekasi diperkirakan sebanyak 1.800 ton perhari.

Sedangkan, tumpukan sampah di TPA Sumurbatu juga sudah hampir melebihi kapasitas dengan ketinggian mencapai 20-30 meter dari permukaan tanah. Setiap hari volume sampah yang masuk ke TPA Sumurbatu mencapai 900 ton.

Namun, untuk mengurangi volume gunungan sampah di dalam TPA belum ada solusi yang berjalan. Sementara PT NW Abadi selaku pihak ketiga pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) masih menyelesaikan kerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait penjualan sampah yang dihasilkan. “Nanti sebagian akan dikirim ke tiga perusahaan itu, kalau tidak salah sekitar 200 ton,” jelas Bilang.

Meski demikian, lanjut Bilang, pihaknya tak bisa memastikan kapan tiga perusahaan tersebut mulai beroperasi. “Ini baru PKS, nanti ke depannya akan dibahas,” imbuh dia.

Baca juga: Hari ke-4 Pembahasan Tatib, DPRD DKI Selesaikan 119 Pasal

Seperti yang diketahui, pemerintah Kota Bekasi sebetulnya sudah memiliki PLTSa di dalam lokasi TPA Sumur Batu, Bantargebang. PLTSa tersebut sudah dibentuk sejak 2016 silam. Hingga Jumat (2/8) kemarin, pemerintah sudah melakukan uji coba ketiga kali.

Namun, pembangkit listrik tenaga sampah ramah lingkungan tersebut belum juga beroperasi hingga saat ini. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More