Selasa 10 September 2019, 18:00 WIB

Ditjen Perhubungan Darat Kenalkan Dam Truk Standar dan Aman

Ihfa Firdausya | Ekonomi
Ditjen Perhubungan Darat Kenalkan Dam Truk Standar dan Aman

MI/Ihfa Firdausya
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiadi memperkenalkan standar dam truk aman

 

DIREKTUR Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiadi mengenalkan dam truk standar yang diperbolehkan beroperasi di jalan, Selasa (10/9). Dam truk yang aman, kata Budi, memiliki tinggi bak maksimal 1.000 mm.

Untuk mengawasi kesesuaian itu, Kementerian Perhubungan akan memperketat regulasi. Untuk mengeluarkan Surat Register Uji Tipe (SRUT), harus ada berita acara dari Ditjen Perhubungan Darat.

"Kalau sudah sesuai, baru kita buat berita acara, kemudian keluar SRUT. Kalau tidak sesuai, tidak kita keluarkan berita acaranya, tidak akan terbit SRUT-nya," ujar Budi di depan Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta.

SRUT selanjutnya bisa dipakai untuk pengajuan STNK ke kepolisian. Namun, ada kemungkinan bak truk ditinggikan setelah segala persyaratan selesai.

"Itu kelemahan. Tinggal pengawasan di lapangan. Tapi kalau lebih (tinggi bak) dan (pengguna) uji lagi, tidak akan lolos," ungkapnya.

Baca juga: Sopir Dump Truk Kecelakaan Beruntun Cipularang Dites Urine

Selain itu, menurut Budi, pelanggaran juga sering terjadi dalam pemalsuan SRUT. Untuk hal ini, Ditjen Perhubungan akan mengganti buku uji tersebut dengan yang lebih canggih.

"Tahun depan saya akan ganti buku uji yang sering dipalsukan menggunakan e-blue, kartu untuk pengganti yang menggunakan chip dan gak mungkin dipalsukan," ungkapnya.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Agus Taufik Mulyono, menyebut harus ada ketegasan sanksi terhadap truk Over Dimension Overload (ODOL).

"Langkah berikutnya memang ketegasan di dalam menindak. Sanksi hukum itu sudah nggak di kementerian perhubungan tapi di kepolisian. Ini yang perlu ditingkatkan koordinasinya antara perhubungan dengan kepolisian," tutur Agus.

Ia juga menampik dalih bahwa truk ODOL berperan dalam peningkatan ekonomi.

"Kalau ODOL terus-menerus bisa meningkatkan ekonomi, seberapa besar peningkatan ekonominya, lalu seberapa besar itu dipakai untuk memperbaiki kerusakan? Kalau itu bisa dihitung, bisa dipertimbangkan, tapi faktanya tidak bisa," ujarnya.

Permasalahan truk ODOL semakin menjadi perhatian berbagai pihak setalah kecelakaan hebat terjadi di Tol Cipularang beberapa waktu lalu yang menewaskan sembilan orang.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More