Selasa 10 September 2019, 15:26 WIB

SDM Unggul yang Dibutuhkan Masyarakat Papua

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
SDM Unggul yang Dibutuhkan Masyarakat Papua

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo (kanan) menerima map berisi saran dari perwakilan tokoh Papua Abisai Rollo (kiri) dalam pertemuan di Istana Negara.

 

PARA tokoh Papua dan Papua Barat menginginkan pemerintah untuk fokus dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Bumi Cendrawasih. Persoalan SDM dinilai masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan.

Hal itu disampaikan Abisai Rollo, perwakilan 61 tokoh Papua dan Papua Barat saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9).

Baca juga: Ini Sembilan Permintaan Tokoh Papua kepada Jokowi

Abisai mengatakan, selama ini pemerintah hanya berkutat pada persoalan sumber daya alam (SDA) serta pembangunan infrastruktur di Papua. Padahal, pengembangan SDM yang paling dibutuhkan masyarakat Papua.

“Selama ini kita selalu putar-putar ngomong pembangunan, namun lupa betapa penting dan bahagianya pembangunan SDM papua yang berdaya saing, itu lebih berharga dan diperlukan di masa depan daripada sumber daya alam yang terbatas, akan berkurang bahkan habis,” kata Abisai di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9).

Ketua DPRD Kota Jayapura itu mencemaskan kemampuan daya saing orang asli Papua dalam bidang ekonomi dan politik. Terutama setelah demografi Papua yang berubah cepat dalam 20 tahun terakhir.

Saat ini, aktivitas ekonomi hingga politik di Papua tak hanya digerakkan oleh orang asli Papua, namun juga masyakarakat di luar Papua. Abisai khawatir profil demografi di Papua bisa semakin mengesampingkan orang asli Papua dalam kompetisi di bidang ekonomi dan politik. Sebab, banyak orang asli Papua yang tertinggal dalam hal pendidikan.

Atas dasar itu, dia bersama tokoh lainnya meminta pemerintah mendorong generasi muda Papua untuk menempuh pendidikan yang lebih baik. Dia pun menilai perlu ada pendampingan, insentif, dan akses bagi orang Papua di seluruh Indonesia.

“Kami mohon perhatian yang terhormat bapak presiden agar perubahan demografi tidak jadi batu sandungan untuk menyejahterkan orang asli Papua,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Jokowi menyampaikan, pembangunan SDM memang akan jadi fokus pemerintahannya.

“Setelah ini pengerjaan infrastruktur selesai, betul yang tadi disampaikan, kami akan masuk dan fokus pengembangan SDM,” kata Jokowi.

Jokowi kemudian bercerita bagaimana dia sudah 12 kali melakukan kunjungan kerja di Papua. Pemerintah berusaha menyejahterakan masyarakat Papua salah satunya dengan membuat program BBM satu harga.

Baca juga: Jokowi akan Bangun Istana Presiden di Papua

Dalam kesempatan itu, para tokoh juga menyampaikan sembilan permintaan ke Presiden. Mereka meminta agar pemerintah melakukan pemekaran provinsi lima wilayah adat di Provinsi Papua dan Papua Barat, membentuk badan nasional urusan tanah Papua, penempatan pejabat-pejabat eselon 1 dan 2 di kementerian dan LPMK, dan pembangunan asrama nusantara di seluruh kota studi dan menjamin keamanan seluruh mahasiswa Papua.

Selain itu, mereka juga meminta agar usulan RUU Otsus masuk dalam prolegnas 2020, meminta Presiden menerbitkan inpres untuk pengangkatan ASN honorer di tanah Papua, mempercepat palapa ring timur Papua, mengesahkan lembaga adat perempuan dan anak Papua, serta membangun Istana Presiden di Papua. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More