Selasa 10 September 2019, 14:04 WIB

Buya Syafii Maarif: Wewenang Komisi III di KPK Terlalu Jauh

Ardi Teristi Hardi | Politik dan Hukum
Buya Syafii Maarif: Wewenang Komisi III di KPK Terlalu Jauh

MI/Rommy Pujianto
Buya Syafii Maarif

 

BUYA Syafii Maarif menyebut, wewenang DPR RI terlalu besar di KPK. Ia pun menyarankan agar wewenang DPR RI terhadap KPK dikurangi.

"Menurut saya wewenang Komisi III terlalu jauh. Ketua KPK, mereka (DPR) juga yang menentukan, apa tidak keterlaluan? (Wewenang itu) karena mereka yang membuat UU," kata Buya Syafii dalam diskusi panel bertema Tantangan Menjaga Integritas dalam Penegakan Hukum dan Keadilan, di Fakultas Hukum UGM, Selasa (10/9).

Cerita Buya Syafii atas besarnya wewenang Komisi III DPR RI tersebut tidak lepas dari pengalamannya saat menjadi Pansel KPK pada zaman Antasari Azhar. DPR yang kemudian memilih lima anggota KPK dan Ketua KPK. Pada saat itu, Ketua KPK yang diinginkan Pansel berbeda dengan Ketua KPK yang ditetapkan oleh Komisi III DPR RI.

"Menurut saya, agak dikurangilah wewenang DPR," kata dia.

Hal senada juga disampaikan oleh Pakar Hukum UII, Prof Ni'matul Huda tentang besarnya wewenang DPR atas KPK. Ia mengatakan, KPK yang meyeleksi DPR sampai pada Ketua dan Wakil Ketuanya dipilih oleh DPR. Termasuk anggarannya ditentukan oleh DPR, serta bisa diangket oleh DPR. DPR beralasan antara lain ada APBN yang digunakan di KPK. Dan KPK adalah lembaga negara yang kelembagaannya diatur dalam UU. Padahal, DPR hanya memilih anggota saja, sedangkan ketua dan wakil ketua dipilih sendiri oleh anggota yang sudah dipilih.

baca juga: Meski Sakit, Kivlan Siap Hadir Saat Dakwaan Kepemilikan Senjata

"Khusus untuk KPK, dosisnya (DPR) begitu berlipat. Kalau DPR ingin mempermainkan KPK memang sangat bisa, karena dia bisa di posisi apapun di situ," pungkas dia. (OL-3)

 

Baca Juga

Antara/Indrianto Eko suwarso

Kasus Joko Tjandra, Polri akan Panggil Lurah Grogol Selatan

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 23:49 WIB
Dalam hal ini, Asep membantu pengurusan dalam menerbitkan KTP-el Joko Tjandra saat masih berstatus...
Antara

Kepala BNPT Kunjungi Peternak Ayam Mantan Napi Teroris di Poso

👤Antara 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 23:01 WIB
Lima mantan narapidana kasus terorisme (napiter) yang kini menjadi peternak ayam di Desa Poso Pesisir, Kelurahan Tabalu, Kabupaten Poso,...
Antara

Jerinx Salah, Tapi Penahanannya Dinilai Represif

👤Insi Nantika 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 21:30 WIB
Akrobat Jerinx terkait pandemi korona tidak boleh dikasih ruang. Tapi, menjeratnya dengan pasal karet di UU UTE dinilai tidak...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya