Selasa 10 September 2019, 11:38 WIB

Mulai Hari Ini, Parlemen Inggris Dibekukan Hingga Oktober

Willy Haryono | Internasional
Mulai Hari Ini, Parlemen Inggris Dibekukan Hingga Oktober

AFP/HO/various sources
Anggota parlemen meninggalkan ruangan setelah parlemen Inggris dibekukan

 

PARLEMEN Inggris mulai dibekukan selama lima pekan ke depan lewat sebuah seremoni pada Selasa (10/9). Pembekuan dilakukan usai parlemen menolak permohonan kedua Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk menggelar pemilihan umum.

Dalam pemungutan suara di House of Commons, hanya 293 anggota parlemen yang menyatakan dukungannya untuk rencana pemilu dini. Jumlah tersebut masih jauh dari yang dibutuhkan Johnson.

Alhasil parlemen pun dibekukan atas permintaan pemerintahan Johnson hingga 14 Oktober mendatang.

Dilansir dari AFP, pembekuan itu dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi Johnson untuk merencanakan langkah selanjutnya. Juru bicara House of Commons John Bercow mengecam pembekuan parlemen.

Baca juga: Parlemen Kembali Tolak Permintaan Johnson

Sebelumnya Johnson mengaku akan mencoba menawarkan perjanjian baru kepada Uni Eropa. Namun, jika pada akhirnya, perjanjian itu tidak terwujud, Johnson akan tetap menyuguhkan Brexit di tenggat waktu yang telah disepakati, yakni 31 Oktober.

Brexit, atau Britain Exit, adalah istilah keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa.

Johnson menegaskan tidak akan memohon perpanjangan tenggat waktu kepada UE. Ia bahkan pernah berkata dirinya "lebih baik mati di selokan" ketimbang harus memohon UE memperpanjang tenggat waktu Brexit hingga tahun depan.

Sementara sejumlah anggota parlemen Inggris, baik Partai Konservatif (Tory) ataupun Partai Buruh, khawatir London akan mengalami bencana perekonomian jika keluar dari keanggotaan UE tanpa menyepakati perjanjian apapun.

Pemerintahan Johnson telah mengalami pukulan telak usai mundurnya dua tokoh utama. Mereka adalah Jo Johnson, anggota parlemen yang merupakan adik PM Johnson, dan Menteri Tenaga Kerja dan Pensiun Amber Rudd.

Rudd mengaku mundur karena menilai Johnson terlihat berkeinginan kuat untuk mengeluarkan Inggris dari keanggotaan UE tanpa menyepakati perjanjian apapun.

"Pemerintah menghabiskan begitu banyak energi untuk 'No Deal,' tapi saya tidak melihat semangat di level semacam itu dalam usaha berdialog dengan Uni Eropa," tulis Rudd di Twitter. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More