Selasa 10 September 2019, 11:28 WIB

Libur Sekolah di Jambi karena Karhutla Diperpanjang

Antara | Nusantara
Libur Sekolah di Jambi karena Karhutla Diperpanjang

ANTARA/Wahdi Septiawan
Pelajar SDN 146/X Tanjungjabung Timur kembali ke rumah dari sekolah mereka di Jambi.

 

PEMERINTAH Kota Jambi memperpanjang libur sebagian murid karena kualitas udara memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan. Juru bicara Pemerintah Kota Jambi Abu Bakar mengatakan libur sekolah tingkat usia dini, dasar, dan menengah pertama ditambah.

"Itu berdasarkan hasil koordinasi DLHD Kota Jambi, Dinas Kesehatan Kota Jambi, dan Dinas Pendidikan Kota Jambi, untuk melindungi siswa sekolah dari dampak kabut asap," kata Abu, Senin (9/9) malam.

Libur siswa taman kanak-kanak/Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diperpanjang dari tiga hari menjadi lima hari, atau hingga Jumat (13/9). Libur siswa kelas 1 sampai kelas 5 sekolah dasar diperpanjang sampai Rabu (11/9).

Murid Kelas V dan VI sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang semula hanya dikurangi jam belajar juga diliburkan selama dua hari mulai Selasa (10/9).

Baca juga: Kecamatan Sadu Terparah Dalam Karhutla di Jambi

Namun, kepala sekolah, guru, dan karyawan sekolah tetap diminta masuk seperti biasa.

"Setelah waktu libur kegiatan belajar mengajar ditetapkan, kebijakan selanjutnya akan disesuaikan dengan memperhatikan kondisi udara sebagaimana amanat dalam maklumat dimaksud," terangnya.

Pemerintah Kota Jambi juga mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mengenakan masker jika berkegiatan di luar ruangan. Upaya itu dilakukan untuk menghindari dampak kabut asap.

Berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambi, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dengan parameter konsentrasi PM 2,5 pada Senin (9/9) pukul 20.00 WIB berada di atas baku mutu dengan nilai 746, termasuk kategori berbahaya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More