Selasa 10 September 2019, 10:48 WIB

Dana Desa Berhasil Turunkan Angka Stunting

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Dana Desa Berhasil Turunkan Angka Stunting

Mi/Ferdinandus Rabu
Seorang petugas sedang mempersiapkan makanan tambahan untuk balita di Desa Lewoingu, Kecamatan Titehena, Flores Timur

 

BERGULIRNYA dana desa memberi manfaat yang sangat besar bagi peningkatan mutu kehidupan masyarakat desa, termasuk pelayanan kesehatan stunting dan gizi buruk di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kesepakatan ratusan kepala desa (kades) bersama bupati Flotim dalam kegiatan beberapa waktu untuk mengalokasikan dana desa bagi penanggulangan stunting, ternyata membuahkan hasil.

Sejumlah desa di Flores Timur, mengklaim dana desa tersebut ternyata mampu menurunkan angka stunting di desa masing-masing. Desa Lewoingu di Kecamatan Titehena misalnya, mengklaim telah berhasil menurunkan angka stunting melalui pemanfaatan sebagian dana desa bagi pelayanan warga yang mengalami stunting dan gizi buruk.

"Beruntung ada dana desa sehingga kami bisa memanfaftakan sebagaian dana desa untuk penanggulangan stunting. Dan ternyata berhasil diturunkan. Sebelumnya ada 14 bayi/balita yang mengalami stunting dan gizi buruk. Pada tahun ini syukur sudah turun. Sekarang tinggal dua balita yang saat ini masih dirawat. Kami berharap hingga akhir tahun ini tidak ada lagi pasien stunting di desa kami. Dana yang kami gunakan khusus untuk stunting sebesar Rp11 juta, termasuk untuk belanja makanan gizi tambahan serta vitamin," kata Sekdes Lewoingu, Andreas Aneng Hayon, Selasa (10/9).

"Kami juga telah sepakat untuk tahun depan akan menaikan alokasi anggaran dari dana desa sebesar Rp50 juta untuk masalah stunting. Sehingga target kami tahun 2020 desa kami bisa bebas dari stunting,"  sambungnya.

Desa laninya, yaitu Riangkemie di Kecamatan Ile Mandiri juiga mengakui hal yang sama. Dengan memanfaatkan dana desa sekitar Rp6 juta, telah berhasil menurunkan angka stunting dari 14 bayi balita yang mengalami stunting dan gizi buruk, tinggal 4 balita yang masih mengalami stunting.

baca juga: Pemkab Cianjur Siapkan Anggaran Rehab SDN Pancawangi

Begitu pula di Desa Aransina, Kecamatan Tanjung Bunga. Desa ini mengalokasikan Rp70 juta rupiah untuk penanganan stunting dan perlahan-lahan sudah berhasil diturunkan. Sementara itu data keselurahan angka pasien stunting yang berhasil diturunkan berdasarakn pidato Bupati Flotim Anton Hadjon, pada 17 Agustus lalu, Pemkab Flotim berhasil membebaskan 840 balita berstatus stunting. Total dari 5.540 pasien stunting turun menjadi 4.700 atau sekitar 5,79%. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More