Selasa 10 September 2019, 10:37 WIB

Pemkab Cianjur Siapkan Anggaran Rehab SDN Pancawangi

Benny Bastiandy | Nusantara
Pemkab Cianjur Siapkan Anggaran Rehab SDN Pancawangi

MI/Benny Bastiandy
Ruang Kelas SDN Pancawangi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ambruk pada Minggu (8/9)

 

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyiapkan anggaran perbaikan ruang kelas yang rusak berat dan ambruk di SDN Pancawangi di Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku. Anggarannya dialokasikan tahun ini sebesar Rp150 juta.

"Insya Allah sudah teralokasikan tahun ini dari dana alokasi umum (DAU) perubahan. Besarannya kisaran Rp150 juta," kata Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Agus Supiandi, kepada wartawan, Selasa (10/9).

Namun Agus belum bisa memastikan waktu pencairan DAU perubahan tersebut. Proses pencairannya pun terbilang cukup panjang karena harus melalui persetujuan DPRD.

"Kalau berhitung waktu, biasanya perubahan itu pada Oktober," jelas dia.

Di SDN Pancawangi terdapat tiga bangunan ruang kelas yang rusak. Satu di antara bangunan itu ambruk.

"Anggaran sebesar Rp150 juta itu alokasinya untuk rehab fisik dua lokal yang rusak berat," tuturnya.

Sementara untuk bangunan ruang kelas yang ambruk, kata dia, Pemkab Cianjur menganggarkannya tahun depan. Besarannya di atas Rp200 juta sehingga harus melalui proses lelang.

"Kalau nilainya di atas Rp200 juta harus melalui proses lelang. Kalau di bawah Rp200 juta bisa penunjukkan langsung atau kalau tidak swakelola," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga ruang kelas di SDN Pancawangi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, kondisinya rusak berat. Bahkan satu dari tiga ruangan kelas itu ambruk pada Kamis (5/9) setelah sebelumnya diguyur hujan deras pada Rabu (4/9).

baca juga: NasDem Patahkan Dominasi Golkar di Makassar

Berdasarkan informasi rusak beratnya tiga bangunan ruang kelas yang biasa digunakan siswa kelas 4, 5, dan 6 itu sudah cukup lama. Puncaknya pada Kamis (5/9), ruang kelas 4 tiba-tiba ambruk. Tidak ada korban jiwa ataupun luka karena insiden itu terjadi saat malam. Kondisi itu memaksa puluhan siswa harus belajar di luar ruangan. Kabarnya, sejak belasan tahun hingga saat ini belum diperbaiki. Padahal, kondisi bangunan sudah mulai lapuk. Jumlah siswa dari tiga kelas yang ruangannya ambruk sekitar 50 orang. Saat ini mereka melaksanakan kegiatan belajar mengajar di luar ruangan. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More