Selasa 10 September 2019, 13:00 WIB

Aktivis Muda Golkar Sebut Ada Pihak Luar yang Ingin Golkar Pecah

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
Aktivis Muda Golkar Sebut Ada Pihak Luar yang Ingin Golkar Pecah

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Ketua Umum Jaringan Aktivis Muda Partai Golkar Rudolfus Jack Paskalis

 

KELOMPOK Aktivis Muda Partai Golkar menyebut ada sinyalmen kuat adanya pihak luar partai Golkar yang sengaja menciptakan perpecahan di tubuh partai berlambang pohon beringin itu.

Kelompok tersebut secara sengaja melakukan operasi untuk membuat kegaduhan sehingga Partai Golkar tidak menjadi pemenenang Pemilu pada 2024 mendatang.

"Kalau kami cermati kasus per kasus sampai hari ini menjelang Munas Desember 2019 ada dugaan sangat kuat ada pihak luar yang secara sengaja membuat rusuh di internal sehingga Golkar pecah. Modusnya hampir sama dengan 2014 saat Pak Aburizal dan Pak Agung Laksono," kata Ketua Umum Jaringan Aktivis Muda Partai Golkar Rudolfus Jack Paskalis dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (9/9).

Kelompok tersebut, kata dia, memiliki agenda membuat Partai Golkar tidak berdaya karena ditakutkan menjadi pemenang pada Pemilu 2024 mendatang.

"Mereka takut sekali karena Partai ini akan menang di 2024 sehingga dicari upaya menghancurkannya," lanjut Jack.

Baca juga: Ketua Golkar Miliki Hak Veto Ambil Kebijakan

Jika mencermati kasus pelemparan bom molotov dan penggembokan kantor DPP Partai Golkar oleh sejumlah oknum yang mengaku pengurus AMPG, lanjut dia, menjadi bukti kuat intervensi pihak luar tersebut.

"Betul ada yang menunggangi dinamika di tubuh internal karena kami tahu betul oknum-oknum yang mengaku AMPG tersebut adalah orang-orang yang sudah dipecat. Mereka sudah bukan pengurus lagi sehingga punya niat membuat rusuh. Kami pastikan kelompok ini akan kami lawan," tegas dia.

Pihaknya juga menyayangkan cara yang dipakai salah satu Caketum Golkar Bambang Soesatyo yang dianggap terlalu memaksakan diri sehingga tidak lagi mengindahkan cara-cara demokratis.

"Sikap Mas Bambang yang ngotot menyelenggarakan Munas lebih cepat dari waktu adalah salah satu contoh syahwat politik yang tidak patut. Hanya karena soal jabatan di kabinet lalu memaksakan kehendak dan lagi dipakai cara-cara yang tidak elegan," ungkap Jack.

Pihaknya berharap kontestasi menjelang Munas 2019 dilakukan dengan cara-cara demokratis.

"Kami terus terang masih melihat kepemimpinan Pak Airlangga layak dilanjutkan dan kami tegaskan pula bahwa kami mendukung cara-cara berpolitik di Golkar dengan cara-cara yang demokratis dan beretika," pungkas Jack. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More