Selasa 10 September 2019, 09:58 WIB

85 Orang Telah Ditetapkan Sebagai Tersangka Kerusuhan Papua

Theofilus Ifan Sucipto | Nusantara
85 Orang Telah Ditetapkan Sebagai Tersangka Kerusuhan Papua

ANTARA/Toyiban
Petugas kepolisian bersama warga membersihkan ban yang dibakar seusai aksi di Jl Essau Sesa Manokwari, Papua Barat, 19 Agustus lalu

 

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menungkapkan pihaknya terus menelusuri perusak dan pembakar saat demo antirasialisme di Papua. Sebanyak 85 orang ditetapkan sebagai tersangka.

"Untuk di Papua ditetapkan tersangka 55 orang, di Papua Barat ada 30 tersangka," kata Dedi di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (9/9).

Dedi memerinci, 31 tersangka di Jayapura, 10 tersangka di Timika, dan 14 tersangka di Kabupaten Deiyai, Papua. Sementara di Papua Barat, 15 orang ditetapkan tersangka di Manokwari.

"Di Fakfak ada tiga tersangka dan Teluk Bintuni satu tersangka," ujar Dedi.

Baca juga: Pekan Depan, Polda Jatim Segera Terbitkan DPO Veronica Koman

Dia menjelaskan 11 orang di Sorong dan delapan orang di Fakfak masuk daftar pencarian orang (DPO). Polisi masih melacak keberadaan 19 orang itu.

Penetapan tersangka juga dilakukan di Jakarta dan Surabaya. Polda Metro Jaya menetapkan delapan tersangka terkait dugaan makar saat demo antirasialisme di depan Istana Negara, Rabu (28/8). Tersangka menyampaikan tuntutan kemerdekaan Papua dan mengibarkan bendera Bintang Kejora.

Sementara Polda Jawa Timur menetapkan tiga tersangka. Ketiganya diduga menyebarkan hoaks terkait kericuhan di asrama mahasiswa Papua, Jalan Kalasan, Surabaya.

Unjuk rasa menolak aksi rasialisme terjadi di sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat. Demo berujung ricuh. Massa melakukan perusakan serta pembakaran fasilitas umum dan gedung-gedung pemerintahan. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More