Selasa 10 September 2019, 09:49 WIB

Kekeringan Melanda 30 Kabupaten di Jawa Tengah

Akhmad Safuan | Nusantara
Kekeringan Melanda 30 Kabupaten di Jawa Tengah

Antara
Ilustrasi

 

KEKERINGAN melanda Jawa Tengah semakin meluas. Hingga saat ini sudah 890 desa di 228 kecamatan tersebar di 30 kabupaten dari 35 kabupaten. Setiap hari ribuan warga berupaya mendapatkan air bersih. Sebagian terpaksa membeli dengan harga Rp5.000-Rp6.000 per jeriken. Namun  tidak sedikit yang terpaksa menyaring air dari sungai terdekat atau membuat sumur rendah di sawah hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi 1-2 ember air bersih per hari. Seperti di Kabupaten Jepara, sumur-sumur penyedia air baku PDAM mengalami penyusutan ketersediaan air.

"Iya sumur penyedia air baku di sini mengalami penyusutan hingga 10%. Sehingga beberapa wilayah ketersediaan air tidak mencukupi seperti Lemah Abang, Kaliombo dan Karang Aji," kata Direktur PDAM Jepara, Prabowo (10/9).

Akibat kemarau panjang ini, kekeringan telah mengakibatkan 890 desa di 228 kecamatan di 30 daerah di Jawa Tengah membutuhkan bantuan air bersih setiap hari. Berdasarkan data enam kabupaten mengalami kekeringan terparah yakni Kabupaten Purbalingga, Wonogiri, Banyumas, Grobogan, Sragen dan Blora.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sudaryanto mengatakan untuk mengatasi kekeringan dan memenuhi kebutuhan warga, BPBD kabupaten/kota dan provinsi terus melakukan pengiriman bantuan air bersih ke warga. Bahkan bantuan air juga datang dari berbagai pihak seperti PMI, instansi pemerintah dan swasta.

baca juga: Dana Distribusi Air Gunungkidul Menipis

Khusus enam kabupaten yang dilanda kekeringan, lanjut Sudaryanto, pengiriman bantuan air bersih terus dilakukan. Jumlahnya cukup besar seperti Kabupaten Purbalingga telah didistribusikan air bersih 1.729 tangki (8.145 ribu liter), Wonogiri 1.315 tangki (6.775 ribu liter), Banyumas 874 tangki (4.370 ribu liter), Grobogan 892 tangki (4.021 ribu liter), Sragen 844 tangki (4.130 ribu liter) dan Blora 735 tangki (3.705 ribu liter). (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More