Selasa 10 September 2019, 08:22 WIB

Enam Ribu Pelanggan PDAM Terancam Krisis Air

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Enam Ribu Pelanggan PDAM Terancam Krisis Air

MI/Palce Amalo
ilustrasi

 

KEMARAU panjang melanda Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebabkan kekeringan pada sumber air baku PDAM. Lebih dari 6 ribu pelanggan di Kota Larantuka paling terdampak kesulitan air bersih saat ini. Berdasarkan data Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Flores Timur, debit air saat ini menurun dengan kisaran 70 hingga 80 liter per detik, sehingga tidak mampu melayani ribuan pelanggan secara normal.

Direktur PDAM Flotim, Fransiskus M. Carvalho saat dikonfirmasi Selasa (10/9), mengakui saat ini kemarau lebih ekstrim dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga berdampak pada debit air baku yang saat ini turun drastis hingga 80 liter per detik. Jika kondisi normalnya 100 liter per detik, tetapi saat ini tersisa 21 hingga 24 liter per detik. Kondisi kekeringan ini terjadi pada dua sumber air baku yang selama ini menjadi penyuplai air bersih bagi PDAM.

"Kemarau kali ini memang lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelunya. Dua sumber air baku kami terus menurun debit airnya. Seperti di sumber air Lepomatan yang biasanya 70 sampai 100 liter per detik, tetapi tahun ini turun jauh sekali hingga tersisa 24 liter per detik. Begitu juga sumber air di Waidoko yang biasa dioperasikan dengan pompa juga menurun drastis. Biasanya 42 liter per detik, tetapi saat ini yang tertinggal hanya 24 liter per detik. Sehingga saat ini sangat kesulitan melayani 6.300 pelanggan yang ada di Kota Larantuka," kata Fransiskus, Selasa (10/9).

Untuk mampu melayani semuanya, dibutuhkan minimal 65 liter per detik agar dapat didistrbusikan ke seluruh pelanggan.

"Tidak ada sumber air baku lainnya lagi. hanya dua air baku yang menjadi andalan kami saat ini," tambahnya.

Fransiskus mengakui kondisi turunnya debit air baku sudah berlangsung sekitar lima bulan, sejak April lalu ketika memasuki musim kemarau.

"Debit air baku sudah muali turun sejak April lalu. Jika saat air normal kisaran pada 70 hingga 100 liter per detik. Namun sejak April mulai turun dengan kisaran 40 hingga 50 liter per detik. Dan data terakhir pada Agustus kemarin semakin menurun tajam hingga tersisa hanya 21 liter per detik," ujar Fransiskus.

baca juga: Polda Jatim Telusuri Dugaan Teror Ular di Asrama Papua

Untuk menyiasati kondisi ini, PDAM pun lebih membatasi jadwal distrbusi air dari normalnya. Biasnya air dialirkan selama 2 atau 3 hari sekali, tetapi kali ini akibat kekeringan, PDAM hanya mampu mengalirkan air bagi pelanggam selama 5 hingga 6 hari sekali. Itu pun kadang tidak mampu mencukupi seluruh pelanggan. Sehingga saat ini PDAM masih berusaha untuk mencari altrernatif sumber air baku lainnya untuk membantu kesulitan air di wilayah ini. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More