Selasa 10 September 2019, 10:05 WIB

Berlimpah Air Bersih Berkat Dana Desa

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Berlimpah Air Bersih Berkat Dana Desa

MI/Ferdinandus Rabu
Ilustrasi -- Dana Desa Manfaatkan Potensi Alam, untuk Usaha Pengelolaandan Distribusi Air Bersih

 

WARGA Dusun 1, Desa Riangkemie, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak menyangka bisa menikmati air bersih dengan mudah. Pasalnya, dana desa ini mampu memenuhi kebutuhan ratusan warga desa yang bertahun-tahun membutuhkan kehadiraan air bersih di daerah ini.

Untuk memperoleh air bersih, 109 keluarga terdiri dari 400 jiwa yang tinggal di dusun tersebut harus pergi ke sumber air yang berjarak sekitar 4 kilometer (km) dari dusun mereka. Untuk mengangkut satu jeriken air saja, waktu yang diperlukan dengan berjalan kaki sekitar satu hingga dua jam. Kondisi itu semmakin sulit, sepanjang musim kemarau.

Namun, sejak pemerintah desa setempat membangun jaringan pipa air dari sumber air berikut bak penampungan berkapasitas 20 ribu liter, warga mulai merasakan mudahnya memperoleh air bersih. Bahkan dari bak penampungan juga dibangun lagi jaringan pipa menuju rumah-rumah warga, sehingga kesulitan air bersih itu kini tinggal kenangan.

Pembangunan jaringan air bersih di Dusun 1, menurut Kepala Desa Riangkemie Tomas Lewar, menghabisan biaya Rp25 juta. Biaya pembangunan tersebut diambil dari Dana Desa 2019. "Masyarakat desa ini sangat merasakan manfaat dari dana desa. Apalagi di saat kemarau seperti ini, dana desa sangat berarti bagi kami," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Dengan pembangunan bak penampungan, tuturnya, di musim kemarau sekalipun warga tetap bisa memperoleh air bersih, karena air yang keluar dari mata air langsung ditampung.

Selain untuk perluasan ja-ringan air bersih, lanjut Tomas, dana desa juga digunakan untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan fasilitas kesehatan seperti posyandu dan sarana kesehatan lainnya. Pemberdayaan masyarakat dan pembangunan fisik menjadi fokus pengelolaan dana desa di daerah ini Desa Riangkemie.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur memberikan perhatian serius dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengembangan badan usaha milik desa (bumdes). Sebab, dari 229 desa di kabupaten tersebut, sekitar 70% belum memaksimalkan peran bumdes.

Oleh karena itu, pemerintah setempat melalui kecamatan gencar memotivasi desa untuk memaksimalkan bumdes. Camat Tanjung Bunga Laurensius Nurak Hewen, mengatakan, sebanyak 16 kepala desa bersama sekretaris desa masing-masing berkumpul untuk berbagi ilmu terkait pengelolaan bumdes. Saat ini hanya tinggal 3 desa yang belum memiliki bumdes.

Tuntas 2020

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menargetkan 361 desa tertinggal di provinsi itu mentas pada 2020. "Ini target yang harus terealisasi dengan dukungan semua instansi terkait," kata Gubernur Khofifah ketika menyerahkan bantuan desa di Gedung Grahadi, Surabaya, beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bahu-membahu mewujudkan target itu. "Tolong semua OPD intervensi secara spesifik. Agar 2020 tidak ada desa tertinggal." (FL/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More