Selasa 10 September 2019, 09:45 WIB

Suami Sarah Palin Ajukan Gugatan Cerai

Basuki Eka Purnama | Internasional
Suami Sarah Palin Ajukan Gugatan Cerai

AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/KRIS CONNOR
Sarah Palin

 

SUAMI mantan kandidat Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Sarah Palin mengajukan permohonan cerai dengan alasan 'temperamen yang berbeda'. Hal itu dilaporkan media AS, Senin (9/9).

Gugatan cerai diajukan di Kota Anchorage, Alaska dan menyebut temperamen yang berbeda antara Todd dan Sarah Palin, keduanya berusia 55 tahun, menyebabkan keduanya tidak bisa tinggal bersama sebagai suami dan istri.

Gugatan cerai itu hanya menampilkan inisial pasangan itu namun dikonfirmasi berdasarkan tanggap pernikahan dan tanggal lahir anak bungsu mereka yang masih di bawah umur.

Todd dan Sarah Palin menikah pada 1988 dan memiliki lima anak.

Baca juga: AS-Taliban Buka Pintu Dialog Kembali

Keluarga itu menjadi sorotan setelah John McCain menggandeng Sarah palin, yang kala itu menjabat sebagai Gubernur Alaska, sebagai calon wakil presiden di Pemilu 2018, Pasangan itu kalah dari pasangan Barack Obama dan Joe Biden,

Palin menjabat sebagai Gubernur Alaska antara 2006 dan 2009. Sejak saat itu, dia dan suaminya telah tampil di sejumlah acara realitas televisi.

Anak tertua mereka, Bristol tampil di acara Dancing With the Star pada 2010.

Palin merupakan salah satu pendukung terbesar Donald Trump di Pemilu AS 2016. (AFP/OL-2)

 

Baca Juga

AFP/Atta Kenare

Iran Bantah Pengaruhi Pilpres Amerika Serikat

👤Wisnu AS 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 17:12 WIB
Kedutaan Besar Swiss di Teheran telah menangani kepentingan AS di Iran sejak hubungan Iran dan AS terputus setelah revolusi Islam...
AFP/Phill Magakoe

Komisi Uni Afrika Kutuk Kekerasan di Nigeria

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 16:52 WIB
Dalam dua pekan terakhir, warga Nigeria berunjuk rasa dengan tuntutan pembubaran SARS. Namun, muncul sejumlah korban jiwa akibat tindakan...
AFP/Andrew Harnik

Intelijen Amerika Endus Iran dan Rusia Ganggu Pilpres

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 16:43 WIB
Pihaknya mengaku sudah melihat Iran mengirimkan surat-surat elektronik palsu. Ini dirancang untuk mengintimidasi para pemilih, menghasut...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya