Selasa 10 September 2019, 07:20 WIB

Saudi akan Pangkas Biaya Visa Progresif

sitria hamid | Humaniora
Saudi akan Pangkas Biaya Visa Progresif

Antara
Pemeriksaan kelengkapan dokumen haji yang berupa paspor, visa serta dokumen keberangkatan tersebut guna kelancaran saat proses keberangkatan

 

PEMERINTAH Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru terkait pengurangan biaya visa progresif dari 2.000 riyal menjadi 300 riyal bagi mereka yang mengulangi atau berulang kali umrah. Begitu juga dengan visa haji, nominalnya menjadi 300 riyal. Kebijakan baru yang melegakan itu dikemukakan Konsul Haji Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI di Jeddah Endang Djumalidi Jeddah, kemarin.

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi memberlakukan visa progresif bagi jemaah umrah sejak 2016. Artinya, ada biaya tambahan yang harus dibayar jemaah yang akan berumrah untuk kedua kalinya atau lebih di tahun yang sama.

Adapun untuk haji, visa progresif diberlakukan bagi jemaah yang sudah pernah berhaji dan ingin menunaikannya kembali. Visa progresif haji baru diberlakukan sejak 2018. Adapun biaya visa yang ditetapkan saat itu ialah 2.000 riyal atau setara Rp7,6 juta. Menurut Endang pihak Kementerian Haji Arab Saudi telah mengajukan peninjuan ulang atas kebijakan tersebut. Bukan mengajukan pembatalan.

Endang mengaku sudah berkomunikasi dengan sejumlah pihak, yakni Sekretaris Pribadi Menteri Haji Arab Saudi Majid Al Moumeni, penanggung jawab E-Hajj Mr Farid Mandar, dan Humas Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

Endang menyambut baik kebijakan baru ini. Menurut dia, hal itu akan meringankan jemaah dan sesuai visi 2030 Saudi itu sendiri. Adapun jemaah yang dikenakan visa progresif tersebut didasarkan pada data e-Hajj yang dikeluarkan Arab Saudi. "Saat ini kita masih menunggu copi-an aturannya. Kemungkinan besok, Selasa (10/9), kita dapatkan," pungkasnya.

Sementara itu, sebanyak 460 petugas haji Daerah Kerja Mekah rampung melaksanakan tugasnya dan kembali ke Tanah Air dalam dua gelombang melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah sejak Minggu (8/9). Kepala Daerah Kerja Mekah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 Subhan Cholid di Kota Mekah melepas kepulangan sebagian petugas haji yang telah selesai bertugas.

"Setelah pemulangan petugas haji Daker Mekkah ini selanjutnya kami langsung mempersiapkan penyelenggaraan haji tahun 2020. Jadi memang tidak ada jeda," katanya. Kepulangan 460 petugas haji tersebut dibagi dalam dua tahap.

Pertama, sebanyak 318 orang berangkat pada 8 September 2019 dengan tujuh bus ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah, sisanya sebanyak 142 petugas dipulangkan dengan empat bus ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah untuk diterbangkan dengan pesawat Garuda Indonesia ke Tanah Air. Suasana haru menyelimuti kepulangan para petugas haji yang berangkat pada pagi hari ke Jeddah dari Kantor Urusan Haji Indonesia di Syisyah, Mekah. (Tia/H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More