Senin 09 September 2019, 21:45 WIB

Manajemen Talenta Harus Terintegrasi

Antara | Humaniora
Manajemen Talenta Harus Terintegrasi

Dok. Pribadi
Delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR saat berkunjung ke Pyongyang, Korea Utara

 

ANGGOTA Komisi IX DPR Nova Riyanti Yusuf mengatakan manajemen talenta tidak hanya melalui satu lembaga manajemen saja tetapi juga harus terintegrasi dengan lembaga lainnya.

"Manajemen talenta tidak hanya satu lembaga saja, tetapi terintegrasi secara lebih masif dengan program pemerintah seperti Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan program Genre, Kemendikbud dengan program pendidikannya hingga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) untuk program perlindungan anak," ujar perempuan yang akrab disapa Noriyu seprti dikutip dari Antara

Pada saat bersamaan orang tua dilibatkan secara aktif dalam tumbuh kembang anak.

Nova yang baru saja memimpin Delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR ke Pyongyang, Korea Utara, itu mengungkapkan, di Korea Utara terdapat Children Palace yang bertujuan untuk memberikan pembinaan gratis pada anak-anak berbakat.

Dia menambahkan di Children Palace di tempat anak-anak mendapatkan pembinaan gratis dengan berlatih musik, tari, kerajinan tangan,menyanyi,sains (fisika, komputer), dan lain-lain.

Baca juga : Iverson Dukung Pengembangan SDM Unggul Indonesia Bidang TI

"Kami delegasi Indonesia, juga diajak melihat hasil pembinaan dalam pertunjukkan seni anak-anak TK sampai SMA dalam durasi 1,5 jam. Selama pertunjukkan layar di belakang mereka menampilkan bendera Korea Utara, pertanian, hasil pembangunan infrastruktur, dan keindahan alam," lanjutnya.

Menurut dia, konsep manajemen talenta seperti itu dapat menjadi percontohan lembaga manajemen talenta Indonesia yang dicanangkan dalam visi Presiden Joko Widodo pada periode kedua.

"Bisa dibayangkan, anak-anak RDRK hanya mempunyai sedikit saja insentif dan pengetahuan tentang apa yang akan mereka dapatkan sebagai hasil jerih payah mereka, tetapi mereka bisa bekerja keras menjadi sumber daya manusia unggul baik di dunia seni, sains, dan olahraga," jelasnya.

Indonesia, kata dia yang kesempatannya begitu luas, masa depan dapat digapai, hanya butuh sedikit manajemen talenta dengan lebih terarah maka SDM Indonesia sebagai negara dengan populasi nomor empat terbesar di dunia tidak akan terbendung sebagai SDM unggul.

Dalam kunjungan itu, dia juga semakin menyadari pentingnya meneruskan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia pada generasi penerus bangsa Indonesia. (Ant/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More