Senin 09 September 2019, 21:08 WIB

Klise, Banyak Pengemudi Beralasan Tidak Tahu Soal Ganjil-Genap

Tri Subarkah | Megapolitan
Klise, Banyak Pengemudi Beralasan Tidak Tahu Soal Ganjil-Genap

MI/Pius Erlangga
Polisi melakukan penindakan berupa penilangan terhadap pengemudi yang melanggar kebijakan perluasan ganjil-genap

 

MESKI sudah disosialisasikan sejak bulan lalu, masih banyak pengemudi yang melanggar kebijakan perluasan ganjil-genap yang berlaku efektif hari ini, Senin (9/5).

Sejumlah pengemudi yang ditemui Media Indonesia saat ketahuan melanggar kebijakan ganjil-genap itu mengaku tidak tahu ada kebijakan perluasan ganjil-genap tersebut.

Bahkan, pelanggaran tetap banyak terjadi saat memasuki sesi kedua kebijakanitu berlaku mulai pukul 16.00-20.00 WIB.

"Wah belum tahu, baru kali ini lewat sini," ujar salah satu pengendara bernama Edi di Jalan Pintu Besar Selatan, Jakarta Barat.

Alasan yang sama juga diutarakan oleh Darmanto, "Belum tahu. Ngga tahu kalau hari Ini sudah pengujian. Pikir kan masih uji coba."

Baca juga : Perluasan Ganjil Genap Dinilai tidak Efektif Kurangi Polusi

Kesalahan informasi mengenai penerapan resmi perluasan kebijakan ganjil-genap juga dirasakan oleh Kenny. Dirinya berkilah, informasi yang didapatnya menyebutkan bahwa penerapan tersebut baru dilakukan pada tanggal 15 September.

Aipda Charles Hutagalung, salah satu petugas kepolisian yang berjaga di ujung Jalan Pintu Besar Selatan mengatakan bahwa alasan yang dilontarkan oleh pelanggar kebijakan ganjil-genap hanyalah klise dan pengulangan saja.

"Ya itu alasan klise yang sudah terbiasa apabila dilakukan penindakan untuk permasalahan ganjil genap. Ngga dimana-mana sama," ujarnya.

Para pengendara yang melanggar kebijakan ganjil-genap di Jalan Pintu Besar Selatan hari ini akan ditindak di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat pada 20 September 2019 dengan hukuman administratif maksimal sebesar Rp500 ribu. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More