Senin 09 September 2019, 20:50 WIB

PB Djarum Berburu Bibit Tunggal Putri di Purwokerto

Rahmatul Fajri | Olahraga
PB Djarum Berburu Bibit Tunggal Putri di Purwokerto

MI/Rahmatul Fajri
Salah seorang peserta U11 Putri asal Banjarnegara, Aqila Shakierra saat mengikuti Audisi Umum Djarum.


TIM Pencari Bakat Audisi Umum Bulu Tangkis Susy Susanti mengatakan pada lanjutan edisi kali ini di Purwokerto, PB Djarum mencari bibit potensial untuk sektor tunggal putri.

Ia mengatakan sektor tunggal putri di Indonesia saat ini tengah menjadi sorotan, lantaran tidak bisa berbuat banyak di turnamen dunia. Bahkan, tak ada satu pun tunggal putri Indonesia dalam daftar 10 besar ranking dunia.

Kerisauan Susy memang bukan tanpa alasan. Praktis saat ini Indonesia berharap pada Gregoria Mariska Tunjung yang menghuni peringkat ke-14 dunia BWF.

Baca juga: Liliyana Natsir Minta Audisi Umum Djarum Dilanjutkan

Pada Kejuaraan Dunia 2019 lalu, pemain berusia 20 tahun itu melangkah hingga babak 16 besar sebelum dikalahkan Ratchanok Intanon dari Thailand.

Selain itu, tunggal putri lainnya, Fitriani saat ini menempati peringkat 30 dunia BWF. Ia berhasil menyabet gelar Thailand Open 2019 super 300 pada Januari lalu. Namun, setelah itu, Fitriani belum bisa berbicara banyak ketika bertemu para pemain unggulan dari negara lain.

"Kita tahu cari bibit putri susah sekali, susah setengah mati, setelah 20 tahun kita baru menciptakan (Gregoria) juara dunia junior itu dua tahun lalu. Untuk mencari bibit itu susahnya minta ampun," kata Susy, ketika ditemui di GOR Satria, Purwokerto, Senin (9/9).

Selama dua hari audisi ini, Susy mengatakan pihaknya telah menemukan beberapa bibit yang berpotensi bisa menjadi masa depan sektor putri Indonesia di Purwokerto. Ia berharap potensi serupa juga ada nantinya, sehingga Indonesia akan panen tunggal putri masa depan pada tahun ini.

"Ini baru di purwokerto, lalu mungkin di tempat lain kita bisa kumpulkan, setidaknya ada data yang kita punya. Ini juga bisa lebih memudahkan lagi agar dari PBSI lebih mudah memantau atlet atlet berpotensi," kata Susy.

Sementara itu, tim pencari bakat lainnya Fung Permadi mengatakan telah mengantongi sejumlah nama yang berpotensi untuk mendapatkan Super Tiket ke Kudus.

"Ada beberapa atlet yang saya lihat memiliki skill yang menonjol, tapi itu pun perlu pengamatan lebih teliti lagi," kata Fung.

Ia mengatakan 206 peserta yang bertanding hari ini telah memperlihatkan keseriusan mengikuti audisi. Mereka mampu menampilkan permainan dan teknik yang mampu memikat tim juri. Pada audisi ini, hasil akhir tidak menjadi satu-satunya jalan peserta untuk lanjut ke tahap berikutnya. Tim pencari bakat akan meloloskan peserta yang memiliki bakat istimewa dan bisa diasah menjadi atlet berprestasi.

"Tampak jelas di lapangan pada hari ini bahwa terjadi persaingan yang sengit antar-peserta. Saya yakin, besok akan terlihat kualitas dari anak-anak ini, berjuang meraih Super Tiket ke Kudus," kata Fung.

Pada hari kedua audisi umum, sebanyak 48 peserta berhasil lolos ke tahap berikutnya, dengan rincian 16 peserta di kelompok U11 Putra, 8 peserta (U11 Putri), 16 peserta (U13 Putra), dan 8 peserta (U13 Putri).

Peserta audisi akan kembali bertanding sebanyak dua kali di hari ketiga, Selasa (10/9) untuk meraih Super Tiket menuju tahap Final Audisi di Kudus pada 20-22 November 2019 mendatang. (Faj/A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More