Senin 09 September 2019, 19:30 WIB

Indonesia Inisiasi Pernyataan Khusus Isu Sampah di Tingkat ASEAN

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Indonesia Inisiasi Pernyataan Khusus Isu Sampah di Tingkat ASEAN

ANTARA
Sampah plastik

 

DALAM dua bulan terakhir, beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Kamboja, Indonesia, Malaysia, dan Filipina, memutuskan untuk mengirim kembali ratusan kontainer yang berisi limbah plastik ilegal ke Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Hong Kong, dan Amerika Serikat.

Pemerintah Indonesia bahkan membawa isu sampah ilegal atau yang dilabeli keliru sebagai bisa didaur ulang namun nyatanya tidak dalam pertemuan di tingkat ASEAN Agustus lalu.

Dimintai komentar perihal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, mengatakan, Menlu Retno Marsudi telah menginisiasi dikeluarkannya pernyataan terpisah atau tersendiri mengenai isu sampah dalam pertemuan tingkat ASEAN beberapa waktu lalu. Inisiatif Indonesia pun disambut dan didukung penuh oleh seluruh negara anggota.


Baca juga: Topan Faxai Kacaukan Jaringan Transportasi Tokyo


"Jadi dari sisi diplomasi Indonesia sudah melakukan langkah ini di tingkat ASEAN. Itu dulu yang bisa saya sampaikan," ujar Faizasyah kepada Media Indonesia, Senin (9/9).

Ditanya apakah para dubes dari negara asal sampah sudah dipanggil ke Pejambon, ia menolak berkomentar lebih lanjut. Para menlu ASEAN bersama-sama menyatakan penolakan pemerintah mereka terhadap perpindahan lintas batas ilegal limbah berbahaya, yang sebagian besar dikirim ke Asia Tenggara dari negara-negara maju.

Mereka, dalam pernyataan yang dikeluarkan pada serangkaian pertemuan tahunan, juga menyatakan keprihatinan serius atas dampak buruk limbah tersebut terhadap kesehatan manusia dan lingkungan di kawasan tersebut. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More