Senin 09 September 2019, 17:45 WIB

AS-Taliban Isyaratkan Melanjutkan Pembicaraan Damai Baru

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
AS-Taliban Isyaratkan Melanjutkan Pembicaraan Damai Baru

AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

AMERIKA Serikat (AS) dan kelompok Taliban Afghanistan mengisyaratkan pintu perundingan damai baru akan tetap mereka buka. Hal ini menyusul langkah Presiden Donald Trump yang tiba-tiba membatalkan pertemuan puncak rahasia di Camp David, Maryland, AS.

Washington juga mengatakan pihak mereka tidak akan menyerah dalam memerangi gerilyawan yang pernah memerintah Afghanistan tersebut.

Baca juga: Topan Faxai Tewaskan Satu Orang di Jepang

Pembatalan yang dramatis pertemuan Camp David terjadi beberapa minggu sebelum pemilihan umum presiden di Afghanistan, dengan kekhawatiran Taliban akan meningkatkan serangan mereka. Pembicaraan rahasia dengan pemimpin senior Taliban dibatalkan Trump setelah Taliban mengklaim melakukan serangan di Kabul pekan lalu yang menewaskan seorang tentara Amerika dan 11 orang lainnya.

Trump mengatakan, ia telah mengundang para pemimpin Taliban dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani untuk melakukan pembicaraan pada Minggu (8/9) di Camp David. Perundingan meliputi sebuah rancangan kesepakatan yang akan membuat AS menarik ribuan tentara dan mengakhiri perang terpanjang yang pernah ada.

Dalam serangkaian wawancara televisi, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo tidak mengesampingkan kembalinya pembicaraan, tetapi mengatakan Amerika Serikat membutuhkan 'komitmen signifikan' dari Taliban.

"Saya tidak pesimistis," kata Pompeo kepada NBC. "Saya telah menyaksikan Taliban melakukan sesuatu dan mengatakan hal-hal yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya," imbuhnya.

"Saya berharap kasus ini membuat Taliban akan mengubah perilaku mereka, akan kembali pada hal-hal yang telah kita bicarakan selama berbulan-bulan," kata Pempeo di ABC.

"Pada akhirnya, ini akan diselesaikan melalui serangkaian percakapan," tambahnya, mendesak Taliban untuk menghentikan penolakan mereka yang sudah berjalan lama untuk bernegosiasi dengan pemerintah Ghani yang diakui secara internasional.

Dia mengatakan, Trump belum memutuskan apakah akan melanjutkan penarikan tentara, yang berdasarkan rancangan perjanjian akan menarik 5.000 dari sekitar 13.000 tentara AS dari Afghanistan tahun depan.

Namun Pompeo memperingatkan Amerika Serikat "tidak akan mengurangi tekanan" terhadap Taliban, dengan mengatakan pasukan AS telah menewaskan lebih dari 1.000 gerilyawan dalam 10 hari terakhir saja.

Negosiator veteran AS, Zalmay Khalilzad, yang telah menghabiskan satu tahun pertemuan dengan Taliban, yang menyebut Trump tidak menunjukkan "pengalaman atau kesabaran."

Baca juga: Bukan Lagi Badai, Badai Dorian Tiba di Kanada

Sementara itu, Taliban memperingatkan pembatalan tersebut akan membuat pihak AS semakin merugi. "Orang Amerika akan dirugikan lebih dari yang lain oleh keputusan Trump," kata pernyataan juru bicara kelompok itu, Zabihullah Mujahid.

Namun dia menambahkan, Taliban masih percaya bahpa pihak AS akan kembali ke meja perundingan yang mencari 'akhir dari pendudukan'. (AFP/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More