Senin 09 September 2019, 11:40 WIB

K9 Deteksi Satwa Tangkal Penyelundupan

Media Indonesia | Nusantara
K9 Deteksi Satwa Tangkal Penyelundupan

Dok. Humas Polda Lampung
Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto melihat salah satu anjing pendeteksi satwa liar di Pusat Instalasi K9 Deteksi Satwa.

 

TUGAS Kepolisian Daerah Lampung untuk menanggulangi penyelundupan satwa dilindungi mendapat dukungan warga. Salah satunya dari Organisasi Sumatera Wildlife Conservation dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) yang mendirikan Pusat Instalasi K9 Deteksi Satwa di Wildlife Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

"Bagi Polda Lampung, saat ini, tiga kejahatan besar yang harus kami tangani ialah narkotika, teroris, dan satwa langka. Kami bangga dengan pendirian Pusat Instalagi K9 ini karena polisi dan warga bisa bekerja sama menindak kejahatan yang terjadi di Lampung," ungkap Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Purwadi Arianto saat mengunjungi Pusat Instalasi K9 yang berada di Desa Kedatong, akhir pekan lalu.

Purwadi mengakui Lampung memiliki Pelabuhan Bakauheni yang merupakan jalur lintasan penting yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra. Jalur ini juga dimanfaatkan sejumlah pihak untuk melakukan penyelundupan satwa dilindungi.

Instalasi K9, lanjutnya, akan membantu tugas kepolisian mencegah penyelundupan satwa dilindungi. Anjing pelacak yang dimiliki instalasi ini memiliki kemampuan mende-teksi keberadaan satwa liar yang dilindungi, serta tugas kepolisian lainnya.

"Sekitar 10% satwa liar dunia itu ada di Indonesia. Karena itu, kita dituntut menjaga satwa-satwa itu dari kepunahan, dari tangan-tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Dunia memikirkan kelestarian satwa liar, kita juga dituntut untuk menjaganya," tegas Kapolda Lampung.

Direktur JAAN, Benvika, mengungkapkan bahwa sebagai organisasi nonpemerintah, JAAN dengan Subdivisi K9 Wildlife bergerak dalam penyelamatan satwa liar. Fasilitas yang dioperasikan sejak 2018 ini sudah mendatangkan enam anjing dari Belanda yang memiliki kemampuan melacak. Anjing itu mampu mendeteksi keberadaan hewan liar dalam kondisi hidup maupun sudah diawetkan. Dalam bertugas, K9 juga berkoordinasi dengan Badan Karantina dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam.

Selama bekerja setahun terakhir, K9 Wildlife sudah menyelamatkan sejumlah monyet liar dan kukang yang akan diperdagangkan. Saat ini, satwa liar itu dalam proses rehabilitasi untuk dilepasliarkan ke habitatnya semula.

"Penyelundupan satwa liar di Indonesia masih cukup tinggi, menempati urutan kedua kejahatan setelah narkoba. Keberadaan kami bertujuan melindungi satwa liar dari kepunahan dan perburuan," tandas Benvika.

Dia berharap kehadiran K9 Deteksi Satwa ini bisa membantu pemerintah dalam memberantas dan mencegah penyelundupan satwa liar melalui jalur pelabuhan dan bandara. (EP/N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More