Senin 09 September 2019, 11:00 WIB

Erick Thohir Siap Bantu Selesaikan Konflik PB Djarum-KPAI

Rendy Renuki H | Olahraga
Erick Thohir Siap Bantu Selesaikan Konflik PB Djarum-KPAI

MI/PIUS ERLANGGA
Ketua Umum KOI Erick Thohir

KETUA Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir bersedia mencarikan jalan tengah konflik antara PB Djarum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Buntut tekanan KPAI karena menganggap ada eksploitasi anak untuk promosi produk rokok, PB Djarum menghentikan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis pada 2020 mendatang.

Situasi itu membuat Erick dilematis. Karena, di satu sisi KPAI ingin memberikan perlindungan kepada anak. Namun, di sisi lain, olahraga Indonesia saat ini masih sangat bergantung dari peran dunia usaha, dalam upaya membantu pembibitan atlet maupun prestasi.

Prihatin ketika terjadi perbedaan antara PB Djarum dan KPAI, Erick ingin mencari jalan tengah atas perbedaan kedua lembaga yang sebenarnya ingin sama-sama membangun bangsa.

KOI, menurutnya, akan memanggil kedua pihak untuk duduk bersama dan mendiskusikan hal ini.

Baca juga: Pembinaan Pemain Harus Jadi Hal Utama

"Kami secara internal akan berdiskusi dan kemudian memanggil kedua pihak untuk duduk bersama. Karena sebenarnya, baik PB Djarum maupun KPAI memiliki tujuan yang sama, ingin membangun negara kita tercinta ini," ujar Erick lewat pernyataan resmi yang diterima, Minggu (8/9).

"KPAI dan PB Djarum dua lembaga yang sama-sama dibutuhkan untuk bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, saya ingin kedua pihak duduk bersama sehingga mendapatkan solusi terbaik untuk bangsa kita khususnya dunia olahraga." sambung Erick.

Erick yang juga anggota Dewan Olimpiade Dunia menambahkan, terlebih cabang olahraga bulu tangkis hingga saat ini menjadi satu-satunya cabang olahraga yang mampu menyumbang medali emas bagi Indonesia di kancah Olimpiade.

"Saya ingin kita semua tidak terjebak dalam pemikiran yang berbeda tanpa adanya solusi untuk membangun bangsa Indonesia," pungkas Erick.

Sebelumnya, KPAI menganggap PB Djarum telah melakukan eksploitasi pada anak-anak dalam acara Audisi Djarum.

Setelah cukup lama mendapatkan protes dari KPAI, PB Djarum kemarin memutuskan menghentikan program pencarian bakat pebulu tangkis yang sudah digelar sejak 2006.

PB Djarum sendiri sejauh ini terhitung sering menyumbang pebulu tangkis berprestasi bagi Indonesia. Mohammad Ahsan, Tontowi Ahmad, Kevin Sanjaya Sukamuljo, hingga legenda macam Alan Budi Kusuma dan Lim Swie King merupakan jebolan klub bulu tangkis yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah tersebut. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More