Senin 09 September 2019, 04:00 WIB

Uang Hilang dan Sampah Jadi Catatan Haji 2019

Sitria Hamid | Haji
Uang Hilang dan Sampah Jadi Catatan Haji 2019

Darmawan/MCH 2019
Suasana jemaah haji di Masjidil Haram Mekah

MASA operasional haji Daerah Kerja Mekah berakhir Jumat (6/9) setelah diberangkatkannya seluruh jemaah haji Indonesia dari Kota Mekah. Kelompok terbang 15 asal Embarkasi Balikpapan (BPN 15) menjadi kloter terakhir yang diberangkatkan dari Kota Mekah menuju Kota Madinah.

"Dengan demikian, saat ini operasional haji Daerah Kerja Mekah dinyatakan selesai," kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekah Subhan Cholid di Kantor Daker Mekah.

Beberapa hal yang menjadi catatan Subhan ialah masih tingginya kasus kehilangan uang serta masalah pengelolaan sampah. Subhan mencatat, uang jemaah yang hi-lang mencapi Rp334.006.000. Sementara itu, sambungnya, jumlah sampah yang ditinggalkan jemaah haji mencapai 19.381.500 kg.

"Untuk itu, kami mengimbau agar ke depan jemaah tidak banyak membawa perbekalan uang. Sampah juga menjadi catatan bagi kita sehingga ke depan bisa mencari solusi untuk menekan jumlah sampah," ujarnya.

Pelayanan jemaah haji selama 60 hari di Kota Mekah pada musim haji 1440H/2019M berbeda dengan tahun sebelumnya karena untuk pertama kalinya diterapkan sistem zonasi. "Segala permasalahan dapat diantisipasi sehingga pelayanan dapat berjalan dengan lancar." imbuhnya.

Sebanyak 1.280 petugas Daerah Kerja Mekah menangani 215.350 jemaah yang terbagi dalam 529 kloter dari 13 embarkasi. Jemaah haji khusus yang masuk ke Kota Mekah berjumlah 16.881 orang dari 271 penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK).

Terkait dengan pelayanan yang diberikan selama fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina), Subhan mengatakan tahun ini untuk pertama kalinya juga disiapkan tenda berpendingin udara di Arafah.

Kebutuhan air minum juga menjadi perhatian serius PPIH Arab Saudi Daker Mekah terkait adanya ancaman heat sroke. Tim transportasi, menurut dia, juga terbilang sukses.

"Pendorongan jemaah haji dari Mekah menuju Arafah, misalnya, ternyata dapat dilakukan 4 jam lebih cepat," tandasnya. (H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More