Senin 09 September 2019, 03:10 WIB

Pemanah Tingkatkan Teknik di Korsel

MI | Olahraga
Pemanah Tingkatkan Teknik di Korsel

ANTARA
Atlet panahan

DALAM  menghadapi SEA Games 2019 Filipina, 30 November-11 Desember mendatang, Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (PP Perpani) mengirim atlet pelatnas berlatih di Korea Selatan, 2-14 September. Latihan di 'Negeri Ginseng' diharapkan bisa meningkatkan kemampuan atlet saat tampil di pesta olahraga antarnegara Asia Tenggara akhir tahun ini.

Menurut Ketua Umum PP Perpani Kelik Wirawan, dengan berlatih di Korea Selatan, tujuan dari training camp ini ialah agar atlet mendapatkan penyempurnaan dari segi teknik, peralatan, dan persiapan lainnya. Dengan demikian, diharapkan kemampuan atlet akan bertambah terutama dalam soal teknik. Selain itu, kata Kelik, dengan berlatih di Korea Selatan, kekuatan mental para atlet juga akan meningkat.

"Dengan training camp di Korea, diharapkan para atlet akan menambah pengalaman serta meningkatkan kemampuan teknik mereka. Selain itu, dengan berlatih di sana diharapkan bisa mematangkan teknik, juga meningkatkan mental dan memompa motivasi para atlet. Hal itu diperlukan agar mereka bisa lebih berprestasi di dunia, khususnya di SEA Games 2019 mendatang," ungkap Kelik, kemarin.

Selama di Korea Selatan, para pemanah pelatnas akan berlatih di bawah arahan Kim Hyung Tak. Pemilik sekolah memanah Kim Hyung Tak Archery School tersebut dikenal sebagai salah satu pelatih panahan terbaik di dunia.

Kim Hyung Tak merupakan pelatih tim panahan Korea Selatan di Olimpiade 1984. Pada Olimpiade yang berlangsung di Los Angeles, Amerika Serikat, itu tim panahan Korea Selatan sukses meraih satu medali emas dan satu perunggu.

Di bawah arahan Kim Hyung Tak, para pemanah pelatnas akan belajar cara menyetel busur (bow tuning) yang tepat. Dengan penyetelan yang tepat, diharapkan bisa meningkatkan presisi busur yang digunakan. Selain itu, atlet diberikan pelatihan adaptasi untuk kompetisi nomor tim dan individu. (RO/Des/R-1) 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More