Minggu 08 September 2019, 20:30 WIB

Pemerintah Optimistis Perjanjian IA-CEPA Berlaku Tahun Ini

Andhika prasetyo | Ekonomi
Pemerintah Optimistis Perjanjian IA-CEPA Berlaku Tahun Ini

MI/ Susanto
Enggartiasto Lukita

 

MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita optimistis Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Australia atau IA-CEPA bisa berlaku efektif pada tahun ini.

Optimisme tersebut diungkapkan Enggartiasto seusai pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia Simon Birmingham, di Bangkok, Thailand, Minggu (8/9).

Naskah IA-CEPA beserta dokumen-dokumen pendukung lainnya telah disampaikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada Ketua DPR RI pada 9 Agustus 2019 untuk diratifikasi.

“Sesuai UU Perdagangan, jika setelah menerima naskah kesepakatan dagang DPR tidak mengambil keputusan dalam waktu paling lama 60 hari kerja pada masa sidang, pemerintah dapat mengambil keputusan sendiri," jelas Enggartiasto melalui keterangan resmi, Minggu (8/9).

Di pihak Australia, proses ratifikasi ditargetkan selesai November 2019. Seusai menggelar pemilu pada Mei 2019 yang kembali dimenangkan partai petahana, proses ratifikasi dari pihak Negeri Kangguru itu diharapkan akan mudah diselesaikan.

Selama proses ratifikasi berjalan, kedua negara akan terus berkoordinasi untuk menyusun model kerja sama ekonomi.

"Tujuannya jelas agar kerja sama bisa langsung diimplementasikan proses ratifikasi selesai,” ucap pria yang akrab disapa Enggar itu.

Di bidang pendidikan vokasional, pemerintah Australia telah melakukan pertemuan dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk menjajaki kemungkinan investasi di sektor vokasi.

Pemerintah Australia menyatakan ketertarikan dan akan menyosialisasikan potensi investasi sektor vokasi kepada seluruh pemangku kepentingan di negara tersebut.

Selain itu, Australia berencana menambah kuota visa kerja dan berlibur (working and holiday visa/WHV) sebelum IA-CEPA berlaku.

“Ini itikad baik Pemerintah Australia dan kami sangat terbuka menyambut rencana tersebut. Ini juga sebagai transisi dari kuota 1.000 orang per tahun menjadi 4.100 orang per tahun dan bertambah setiap tahunnya hingga mencapai kuota 5.000 orang per tahun setelah IA-CEPA berlaku,” ujarnya.

 

Baca juga: Indonesia tidak Perlu Khawatir Capital Outflow

 

Sebagai persiapan implementasi IA-CEPA di dalam negeri, Kementerian Perdagangan juga telah melaksanakan lokakarya implementasi sistem tariff rate quota (TRQ) pada Agustus lalu untuk. Dengan demikian, para pelaku usaha memiliki pemahaman lebih mendalam mengenai kebijakan tersebut.

Implementasi sistem TRQ merupakan salah satu komitmen dalam perjanjian IA-CEPA dan kedua negara optimistis dapat mengembangkan sistem TRQ berbasis elektronik yang adil dan transparan. Indonesia berkomitmen memasukkan produk-produk yang tercakup dalam kelompok produk ternak, sereal, hortikultura dan baja ke dalam 16 post tarif dalam TRQ.

“Kemendag akan kembali mengingatkan kementerian/lembaga terkait untuk mempersiapkan regulasi atau ketentuan-ketentuan pendukung operasional seperti keputusan menteri, peraturan menteri, dan regulasi lainnya. Selain itu, semua pihak perlu memetakan proses dan kelengkapan administrasi yang jelas serta transparan untuk memudahkan penggunanya,” papar Enggar.

Pada 2018, total perdagangan Indonesia dan Australia mencapai US$8,5 miliar. Australia merupakan negara tujuan ekspor terbesar ke-13 bagi Tanah Air dengan nilai US$2,8 miliar pada 2018.

Sementara, nilai impor dari Australia mencapai US$5,8 miliar sehingga Indonesia mengalami defisit US$3 miliar pada 2018. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More