Minggu 08 September 2019, 22:30 WIB

E-commerce Rambah SBN Ritel

Dero Iqbal Mahendra  | Ekonomi
E-commerce Rambah SBN Ritel

Ilustrasi
E-commerce

 

TAK dapat dimungkiri bahwa penggunaan e-commerce semakin meluas dalam masyarakat. Hal tersebut mendorong pemerintah menggandeng platform e-commerce, yakni Tokopedia, Bukalapak, dan Finnet sebagai mitra pemasaran baru untuk savings bond ritel (SBR) seri SBR008.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, mengatakan saat ini total bank, pos, dan lembaga persepsi yang dapat melayani pembayaran pembelian SBR menjadi 86 perusahaan dengan penambahan tiga kanal pembayaran baru tersebut. "Kami ingin lebih banyak lagi mengundang para financial technology (fintech) tersebut karena kami ingin menyasar salah satu target kita, yaitu investor baru yang merupakan para generasi milenial," katanya di Jakarta, pekan lalu.

Sebelum tiga kanal baru itu masuk, sejatinya pemerintah telah menggandeng sejumlah fintech, seperti Investree (PT Investree Radhika Jaya). Kali ini pun Investree bersama Kementerian Keuangan kembali hadir dengan instrumen investasi SBR008 sebagai alternatif pendanaan di platform dengan masa penawaran 5-19 September 2019.

Investree merupakan pionir market place lending sekaligus mitra distribusi penjualan surat berharga negara (SBN) ritel. "Melalui penjualan SBR008, kami mendukung penuh visi pemerintah dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Untuk mencapai hal itu, komponen utama yang harus dikuatkan ialah esensi pendidikan. Dana hasil penjualan SBR akan didistribusikan untuk hal tersebut," ujar Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, dalam keterangan resmi.

Investree berupaya melanjutkan tren positif penjualan SBR dalam platform perusahaan. Hingga saat ini, investor SBN Investree didominasi generasi milenial berusia 21-35 tahun yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sebagai nilai tambah bagi investor, Investree menjadi satu-satunya mitra distribusi yang rutin menghadirkan promo cashback hingga Rp30 juta atau maksimal 1% dari pembelian SBR008 di http://sbn.investree.id.

 

Tidak terganggu

Corporate Secretary BRI, Hari Purnomo, memahami keinginan pemerintah untuk memperluas cakupan pembeli, khususnya dari segmen milenial untuk produk investasi pemerintah, khususnya SBR008. Menurutnya, pemerintah mengharapkan penjualan SBR tersebut akan lebih efisien dan menjangkau lebih banyak milenial.

Hari pun memandang, meski sektor e-commerce memasuki ranah penjualan SBR, hal itu tidak akan mengganggu target penjualan dari SBR milik BRI, khususnya dari segmen milenial. "Sebagai salah satu penjual SBR selama ini, masukknya sejumlah platform e-commerce atau fintech dinilai tidak mengganggu target indikatif yang dimiliki BRI serta (segmen) milenial yang merupakan pembeli yang terbanyak," tutur Hari saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Ia mencontohkan pada penjualan SBR seri SBR007 melalui BRI, penjualan pihaknya melampaui target yang dicanangkan. Penjualannya mencapai lebih dari Rp300 miliar dari target awal yang ditetapkan sebesar Rp100 miliar.

Ia membenarkan proporsi apetite dari segmen milenial pada penjualan SBR seri SBR007 cukup besar. Dari total penjualan SBR yang dilakukan BRI, setidaknya 44%-nya merupakan nasabah milenial.

Senada dengan itu, General Manager Divisi Wealth Management BNI Widi Hantono juga menilai inisiatif pemerintah yang menggaet platform e-commerce dalam penjualan obligasi ritel pemerintah semakin membuka akses bagi masyarakat untuk obligasi pemerintah. Sejauh ini keterlibatan e-commerce belum berdampak ke volume penjualan SBR dari BNI. (Tes/S-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More