Minggu 08 September 2019, 16:30 WIB

Kopi Berpeluang jadi Komoditas Unggulan Indonesia

Heryadi | Ekonomi
Kopi Berpeluang jadi Komoditas Unggulan Indonesia

MI/Heryadi
Komisaris Bca Cyrillus Hariniwo ( kedua dari kiri) bicara dalam diskusi tentang kopi yang digelar BCA di Semarang Jawa Tengah, Sabtu (7/9).

 

KOPI bisa menjadi andalan perekonomian Indonesia. Namun hingga saat ini total ekspor kopi Indonesia masih sangat kecil dibandingkan permintaan kopi dunia.

Dosen Teknologi Pangan Universitas Diponegoro Bambang Dwiatmoko mengatakan berdasarkan data Kementerian Pertanian produksi kopi Indonesia pada 2017-2018 sekitar 635 ribu ton per tahun. Sekitar separuhnya diekspor dan sisanya diserap pasar dalam negeri. ""Padahal permintaan kopi dunia saat ini sekitar 10 juta ton per tahun, "" jelasnya, dalam acara diskusi KafeBCA, di Semarang, Sabtu (7/9).

Dengan melihat data tersebut dia mengatakan jika pasar di sektor kopi dunia masih sangat terbuka dan peluangnya masih sangat besar.

""Masa depan kopi sebagai komoditas unggulan sangat besar. Peluang kopi di indonesia sangat luas," ujarnya.

Dia mengatakan mengingat peluangnya yang besar itu Presiden Joko Widodo telah meminta  untuk dibuka program studi kopi di universitas.

Pada kesempatan yang sama Komisaris Independen BCA Cyrillus Harinowo mengatakan perlunya kopi Indonesia untuk meningkatkan brand supaya bisa menguasai pasar dunia. Sebab kopi Indonesia telah dikenal di pasar luar negeri. ""Ketika saya di Washington DC kopi Nusantara selalu berada di high list. Jadi tinggal bagaimana membentuk brand nya," jelasnya.

Di dalam negeri tren meningkatnya konsumsi kopi diyakini bakal terus terjadi. Sebab kopi bukan lagi sekadar gaya hidup tapi sudah menjadi kebutuhan. ''Ke depannya kopi bukan lagi gaya hidup tapi sudah menjadi kebutuhan,"" kata Coffee Master Reza Adam Ferdian. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More