Minggu 08 September 2019, 11:45 WIB

Pergelaran Srandul Upaya Lestarikan Seni Tradisional di Klaten

Djoko Sardjono | Nusantara
Pergelaran Srandul Upaya Lestarikan Seni Tradisional di Klaten

MI/Djoko Sardjono
Pergelaran Srandul Sronthul

 

PERGELARAN seni tradisional Srandul Srontul di Lapangan Krida Muda, Desa Jomboran, Klaten Tengah (Jateng), Sabtu (7/9) malam, dibanjiri penonton dari berbagai pelosok.

Sementara itu, pergelaran Srandul Srontul merupakan salah satu program kegiatan Dewan Kesenian Klaten. Tujuannya, untuk melestarikan seni tradisional tersebut.

Srandul Srontul merupakan seni tradisional yang didasarkan pada kearifan lokal. Potensi seni budaya turun temurun ini terus diupayakan untuk dipertahankan agar tidak punah.

Menurut Ketua Komite Srandul Srontul Dewan Kesenian Klaten Triyono, tujuan pergelaran Srandul Srontul adalah untuk nguri-uri seni tradisional kerakyatan tersebut.

"Selain sebagai upaya nguri-uri atau melestarikan potensi seni budaya tradisional, pergelaran Srandul Srontul malam ini juga untuk hiburan masyarakat," katanya.

Baca juga: Belasan Anak dengan Down Syndrome Pamerkan Gaya Bersilat

Dalam sambutannya, Ketua Harian Dewan Kesenian FX Setyawan DS menjelaskan, pentas Srandul Srontul adalah salah satu dari 66 kegiatan Dewan Kesenian Klaten 2019.

"Pergelaran srandul srontul ini merupakan bentuk kegiatan dan komitmen Dewan Kesenian Klaten untuk melestarikan seni tradisional agar tidak punah," imbuhnya.

Kegiatan tersebut juga sebagai pelaksanaan dari Perda No 2 Tahun 2014 tentang pelestarian bahasa dan budaya Jawa, dan UU No 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

Menurut Setyawan, Dewan Kesenian Klaten memiliki motto, yaitu nguripke   (menghidupkan), ngurubke (mengembangkan), dan ngirabke (dipergelarkan) seni budaya di Klaten.

"Melalui Tri Karsa Budaya, Dewan Kesenian Klaten berkomitmen meluhurkan, mengembangkan, dan melestarikan seni budaya daerah. Salah satu di antaranya srandul srontul," ujarnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More