Minggu 08 September 2019, 11:30 WIB

Terapi Endoneuroscan untuk Pengobatan Kanker Neuroblastoma

Agus Utantoro | Humaniora
Terapi Endoneuroscan untuk Pengobatan Kanker Neuroblastoma

MI/Agus Utantoro
Produk Endoneuroscan KaeF Terapi yaitu Senyawa Bertanda 131I-MIBG (131Iodine-Meta Iodo Benzyl Guanindine).

 

INDONESIA menempati urutan kedelapan jumlah penderita kanker untuk kawasan Asia Tenggara dan urutan ke-23 DI DUNIA.

Salah satu penyakit kanker yaitu neuroblastoma yang merupakan jenis kanker langka yang berkembang dari neuroblast atau sel-sel saraf yang belum matang  pada anak-anak.

Pada kasus neuroblastoma, neuroblast yang seharusnya  tumbuh dan berfungsi sebagai sel saraf justru membentuk benjolan berupa  tumor padat.

"Neuroblastoma yang tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan beberapa komplikasi seperti Metastasis ke organ tubuh lainnya, sindrom paraneoplastik, dan gangguan koordinasi hingga patah tulang belakang," kata Business Development Director Kimia Farma Andi Prazos.

Berawal dari kondisi ini, jelasnya, PT Kimia Farma (Persero) Tbk bersama Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka - Badan Tenaga Nuklir Indonesia (PTRR BATAN) bersinergi memberikan solusi terapi kanker neuroendokrin, salah satunya adalah neuroblastoma, dengan menghadirkan produk Endoneuroscan KaeF Terapi yaitu Senyawa Bertanda 131I-MIBG (131Iodine-Meta Iodo Benzyl Guanindine).

Baca juga: Kemendikbud Lakukan Skala Prioritas Berantas Buta Aksara

Produk ini, jelasnya, sebenarnya sudah mulai digunakan pada bulan lalu. Namun, bersamaan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia, produk ini dikenalkan kepada masyarakat yang lebih  luas.

"Endoneuroscan KaeF Terapi merupakan salah satu pilihan pengobatan untuk neuroblastoma selain kemoterapi dan radioterapi," ujarnya.

Ia berharap Endoneuroscan KaeF Terapi akan mampu menjadi alternatif pilihan terapi bagi penyintas Kanker Neuroblastoma dengan pilihan produk berkualitas dan harga lebih kompetitif.

Kimia Farma tidak hentinya berinovasi dalam mengembangkan produk obat-obatan yang bermutu  tentungan berkolaborasi dengan institusi penelitian untuk mendukung Program Indonesia Sehat.

Rangkaian acara PIT PKNI 2019 mengusung tema "Nuclear Medicine and Molecular Theranostics Update: From Basic to Advance Application". Turut hadir dalam acara ini seluruh dokter Spesialis Kedokteran Nuklir (SP.KN) di Indonesia serta tenaga medis (perawat dan
apoteker) yang menangani pengobatan berbasis nuklir di rumah sakit Indonesia.

Kepala Pusat Teknologi Radioisotop dan Radio Farmaka Badan Tenaga Nuklir Nasional, Rohadi Awaludin menambahkan, pihaknya mampu memroduksi namun harus diakui masih menggandeng industri khususnya farmasi.

"Karena harus memenuhi standar CPOB. Dan itu ada di industri,� katanya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More