Minggu 08 September 2019, 06:05 WIB

Nadal Memburu Trofi Keempat di AS Terbuka

DESPIAN NURHIDAYAT | Olahraga
Nadal Memburu Trofi Keempat di AS Terbuka

Johannes EISELE / AFP
Petenis asal Spanyol Rafael Nadal

RAFAEL Nadal percaya diri untuk merebut gelar keempat di ajang tenis grand slam AS Terbuka, dini hari nanti. Kendati dia mengakui lawan yang dihadapi, yakni unggulan kelima asal Rusia, Daniil Medvedev, bukan lawan yang mudah ditaklukkan.

Nadal, 33, yang menempati unggulan kedua melenggang ke laga pemungkas setelah unggul 7-6 (8/6), 6-4, 6-1 atas Matteo Berrettini  (Italia) di babak empat besar. Medvedev, petenis yang lebih muda 10 tahun ketimbang Nadal, sukses mengalahkan petenis Bulgaria, Grigor Dimitrov, dengan 7-6 (7/5), 6-4, 6-3 di semifinal.

“Di dalam tur ini, dia merupakan salah satu pemain yang sangat solid. Dia selalu membuat kemajuan setiap minggu. Saya harus bermain sebaik mungkin di babak final,” ungkap Nadal dilansir dari AFP.

Namun, Nadal tentu ingin meraih gelar keempat di AS Terbuka. Jika itu terjadi, dia menyamai prestasi legenda AS, John McEnroe. Nadal juga kian dekat dengan rekor lima trofi AS Terbuka yang dimiliki Roger Federer, Pete Sampras, dan Jimmy Connors.

Kemenangan di AS Terbuka bakal membuat Nadal meraih dua gelar grand slam tahun ini--selain Prancis Terbuka. Itu juga menyamai pencapaian petenis nomor satu dunia asal Serbia, Novak Djokovic yang memenangi Australia Terbuka dan Wimbledon.

Tambahan satu trofi grand slam bakal membuat Nadal kian mendekati capaian Roger Federer yang sudah mengoleksi 20 gelar juara. Saat ini Nadal sudah membukukan 18 gelar juara, semenjak pertama kali meraih gelar grand slam di Prancis Terbuka pada 2005. Tahun ini, Nadal meraih gelar ke-12 ajang grand slam yang dilangsungkan di Roland Garros, Prancis itu.

Nadal cukup percaya diri menghadapi Medvedev. Pasalnya, bulan lalu dia mampu unggul atas lawan yang sama di tenis Montreal, Kanada.

“Jika saya mampu menang di Minggu (pada laga final, Senin WIB ), itu akan sangat luar biasa,” jelas Nadal. “Jika saya kalah, saya berharap tetap memiliki kesempatan untuk menambah gelar lagi,” ungkap Nadal yang merasa prestasi yang telah dia raih sangat fantastis karena dilakukan dengan penampilan terbaik.

Final pertama
Motivasi besar juga dimiliki Daniil Medvedev untuk meraih grand slam pertama sepanjang karier. Petenis tempramental karena sering emosional di lapangan ini menjadi orang Rusia pertama yang tampil di ajang tenis terelite dunia setelah terakhir kali Marat Safin menjuarai AS Terbuka pada 2000 dan Australia Terbuka pada 2005.

“Saya senang bisa mencapai final. Ketika saya pergi ke Amerika Serikat, saya tidak tahu pencapaian saya akan sebagus ini. Jadi saya harus mengatakan, bahwa saya mencintai Amerika Serikat,” pungkas Medvedev.

Menghadapi laga final melawan Nadal, Medveded menyatakan bakal tampil habis-habisan. Medvedev menyiapkan energi terbaik untuk mengalahkan Nadal karena ini kesempatan terbaik untuk menjadi juara grand slam. (Des/AFP/R-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More