Sabtu 07 September 2019, 22:30 WIB

Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Kota Mekah

Sitria Hamid | Haji
Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Kota Mekah

Antara
Suasana Masjidil Haram diambil dari Balcony The Makkah Clock Tower Museum, Mekah, Arab Saudi, Jumat (6/9/2019).

KEBERANGKATAN kelompok terbang (kloter) terakhir dari Kota Mekah menuju Kota Madinah, dilakukan pada Jumat (6/9).

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali melepas keberangkatan kloter terakhir tersebut di zona Rey Bakhsy, Mekah.

"Baru saja kita melepas keberangkatan kloter BPN (Balikpapan) 15 menuju Kota Madinah. Ini menjadi kelompok terakhir dari 529 kloter yang telah diberangkatkan dari Kota Mekah," kata Nizar Ali dalam acara pelepasan yang juga dihadiri Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Direktur Bina Haji Khoirizi, Kadaker Mekah Subhan Cholid. Serta, seluruh jajaran Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Makkah 1440H/2019M.

Dirjen Nizar Ali memberikan tiga pesan bagi jemaah haji. Pertama, selalu menjaga kesehatan. Karena, kata dia, aktivitas jemaah di Kota Madinah juga membutuhkan stamina yang baik. "Masih delapan sampai sembilan hari lagi di Kota Madinah. Mereka akan melaksanakan salat Arbain serta mengikuti sejumlah paket wisata ziarah," kata Nizar.

Kedua, lanjut Nizar, jemaah harus terus berusaha menjaga kemabruran haji dengan mengaplikasikan dua hal. Yaitu memiliki jiwa kepekaan sosial kepada sesama dan menebar kedamaian di mana pun berada. "Dua hal itulah yang tadi kami tekankan kepada jemaah haji," kata Nizar lagi.

Dan ketiga, para jemaah haji Indonesia selalu menimba ilmu agama. "Dalam konteks ini juga memperluas pengetahuan mereka tentang agama Islam. Dengan begitu, nilai ajaran agama dapat terpatri dalam hati jemaah haji," jelasnya.

 Dia juga berharap agar jemaah haji dapat menyemarakkan bahkan membentuk majelis-majelis taklim sebagai sarana untuk menyebarkan ilmu-ilmu agama setibanya di Tanah Air.

"Kalau perlu misalnya bentuk majelis taklim alumni BPN 15. Jadikan ini majelis ilmu untuk berbagi ilmu agama," tegasnya di hadapan jemaah kloter BPN 15 tersebut.

Nizar Ali juga menyampaikan permohonan maaf  kepada para jemaah apabila selama pelayanan ada hal yang tidak sesuai harapan. "Kami mohon maaf bila selama pelayanan masih ada yang kurang. Sekaligus kami ingin mengucapkan terimakasih kepada Bapak Ibu yang telah membantu menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini," katanya.

Nizar menyebutkan, apresiasi yang datang dari banyak pihak terkait penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun ini tak terlepas dari peran para jemaah haji Indonesia.

"Terima kasih karena Bapak dan Ibu telah mematuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh penyelenggara haji, termasuk pihak Arab Saudi. Ini amat membantu dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini," cetus Nizar.

Jumat (6/9), jemaah haji kloter BPN 15 berangkat menggunakan 10 bus menuju ke Kota Madinah. Diiringi lambaian tangan para petugas, tepat pukul 11.30 waktu Arab Saudi, bus bergerak meninggalkan  kota kelahiran nabi tersebut.

Keberangkatan 440 jemaah haji beserta petugas yang tergabung dalam Kloter BPN 15 itu, menjadi penanda berakhirnya operasional haji Daerah Kerja (Daker) Mekah.

Data Sistem Informasi dan Komputerisasi Terpadu (Siskohat) Kemenag, menyebutkan, pascamasa puncak haji, sebanyak 229 kloter gelombang pertama telah diberangkatkan menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Pada Jumat(6/9) total 300 kloter gelombang kedua telah diberangkatkan dari Mekah menuju Kota Madinah. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More