Sabtu 07 September 2019, 19:15 WIB

AHY Yakin Jokowi Mampu Atasi Konflik Papua dengan Dialog

Bayu Anggoro | Nusantara
AHY Yakin Jokowi Mampu Atasi Konflik Papua dengan Dialog

MI/Bayu Anggoro
Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono usai memberi materi di Unpas Bandung

 

KETUA Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono optimistis Presiden Joko Widodo mampu menjalin komunikasi baik dengan semua pihak di Papua. Hal ini diyakini menjadi solusi terbaik untuk meredam dinamika di provinsi tersebut yang sempat meningkat.

Hal ini diungkapkan Agus usai menjadi pemateri pada pengenalan mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pasundan Bandung, Sabtu (7/9).

"Saya yakin Presiden Jokowi mampu membangun ruang dialog yang luas untuk berinteraksi langsung dengan pimpinan-pimpinan," kata pria yang kerap disapa AHY.

Menurut Agus, dialog merupakan solusi terbaik untuk menyelesaikan konflik di Papua yang dipicu insiden terhadap asrama mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. Pendekatan seperti itu harus dilakukan kepada tokoh-tokoh seperti kepala suku dan elemen masyarakat lainnya.

"Dengan suku-suku, LSM di sana. Komunikasi harus terjalin baik, harus ada ruang dialog," imbuhnya.

Baca juga: Masyarakat Indonesia di AS Akan Gelar Aksi Damai Untuk Papua

Agus pun menegaskan Papua merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tidak bisa dipisahkan. Keutuhan dan persatuan bangsa harus dipertahankan termasuk dengan menjaga provinsi paling timur di Indonesia.

Agus mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga Papua termasuk dengan memberikan kepedulian dan solidaritas. Sama dengan provinsi lainya, menurut dia, warga Papua memiliki harapan akan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan.

"Kita harus mendukung itu semua," tukasnya.

Pada acara ini, mantan calon gubernur DKI Jakarta pada Pemilu 2017 tersebut memberi materi kepada ratusan mahasiswa baru yang tengah menjalani masa orientasi. Salah satunya agar senantiasa menjaga persatuan dan keutuhan bangsa dan negara.

"Indonesia milik kita semua. Dari Sabang sampai Merauke, sebagai warga negara yang baik harus memiliki semangat kebinekaan," ungkapnya.

Dengan begitu, sesama warga negara harus hidup berdampingan tanpa membedakan suku, agama, dan ras.

"Memang berbeda, tapi kita punya kesamaan, kesamaan visi, kesamaan kepentingan untuk menjadikan Indonesia kokoh, utuh, dan maju. Perbedaan jangan diperbesar oleh sentimen-sentimen yang memperkeruh," pungkasnya.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More