Sabtu 07 September 2019, 19:00 WIB

Sekolah Sukma Bangsa Pidie Gencarkan Gerakan Pakai Tumbler

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Sekolah Sukma Bangsa Pidie Gencarkan Gerakan Pakai Tumbler

Dok. Ist
Siswa Sukma Bangsa Pidie memperlihatkan tumbler sebagai pengganti tempat minum dalam mengurangi penggunaan plastik di lingkungan sekolah

 

SEKOLAH Sukma Bangsa Pidie memulai langkah baru dalam mengurangi penggunaan plastik di lingkungan sekolah. Langkah baru ini ditandai dengan gerakan menggunakan tumbler sebagai pengganti tempat minum berbahan botol plastik.

Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie Marthunis Bukhari mengatakan sekolah juga melakukan serangkaian kegiatan kampanye melalui media sosial dengan mengadakan event lomba foto di instagram bersama botol minum (tumbler).

Selain itu, disediakan juga stasiun air minum isi ulang di setiap sudut kelas, pun kerja sama dengan penjual makanan di luar sekolah yang mulai diterapkan hari ini, Sabtu (7/9). Penjual diimbau dan diwajibkan untuk menggunakan gelas atau tumbler.

"Itu sebagai pengganti kantong plastik yang biasanya menjadi bungkusan minuman para siswa dan guru," kata Marthunis dari keterangan resminya, Sabtu (7/9).

Baca juga: Wali Kota Banjarmasin Bagikan 1.000 Tumbler

Marthunis menjelaskan gerakan ini bertujuan menjaga bumi, dimulai dengan menjaga lingkungan sekolah yang bebas dari sampah plastik. Ia menambahkan pedagang yang berjualan di luar sekolah Sukma juga sudah diinstruksikan untuk mendukung gerakan ini.

"Kita sudah imbau dan minta kerja sama dengan pedagang luar, supaya tidak lagi memakai plastik. Alhamdulillah semua pedagang mendukung," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pidie Fadhlullah mengapresiasi gerakan membawa tumbler yang digagas Sekolah Sukma Bangsa Pidie.

"Semoga komunitas pendidikan yang lain dan masyarakat bisa mengikuti jejak langkah baik dalam menyelamatkan bumi yang digagas Sekolah Sukma Bangsa ini," ucapnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More