Sabtu 07 September 2019, 16:30 WIB

Greysia/Apriyani Gagal Melaju ke Babak Final Taiwan Terbuka 2019

mediaindonesia.com | Olahraga
Greysia/Apriyani Gagal Melaju ke Babak Final Taiwan Terbuka 2019

AFP/Frabrice Coffrini
Pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal melaju ke babak final Taiwan Terbuka 2009.

PASANGAN ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal melaju ke babak final Taiwan Terbuka 2009.

Pada babak semifinal di Taipei, Taiwan, Sabtu (7/9), pasangan Indonesia yang menjadi unggulan pertama itu harus mengakui ketangguhan pasangan unggulan empat, Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dari Thailand dengan rubber-game  18-21, 21-12, dan 17-21. 

Sebelum laga semifinal, pasangan Greysia/Apriyani lebih diunggulkan dari pasangan dari 'Negeri Gajah Putih' tersebut. Pasalnya dalam empat kali pertemuan, pasangan pelatnas Cipayung itu selalu memenangi pertandingan.

Dengan kekalahan tersebut, Greysa/Apriyani mengalami kekalahkan pertama dari Jongkolphan/Rawinda.

Bahkan sebelum laga dimulai, Apriyani siap bermain all-out.  

“Persiapannya lebih ke diri masing-masing dulu. Nggak mau mikir banyak soal permainan. Karena itu akan keluar sendiri di lapangan, mau main seperti apa. Pokoknya siap capek dan konsentrasi lawan siapa pun,” ujar Apriyani.

Pemain Indonesia gagal ke final

Pemain tunggal putra Indonesia Shesar Hiren Rhustavito juga gagal ke final. Di semifinal, satu-satunya pemain tunggal yang lolos ke semifinal ditaklukkan unggulan pertama yang juga pemian tuan rumah Chou Tien Chen dengan skor 25-23, 10-21, dan 13-21.

Pada sektor ganda campuran,  pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emmanuelle Widjaja dikalahkan Seo Seung-jae/Chae Yujung dengan skor 17-21 dan 18-21.

Sementara itu, pasangan ganda putri, langkah pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto dikalahkan Kim So-yeong/Kong Hee Yong dengan skor 20-22 dan 14-21.  

 

(OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More