Sabtu 07 September 2019, 11:01 WIB

Kekeringan, 875 Hektare Tanaman Padi Puso di Klaten

Djoko Sardjono | Nusantara
Kekeringan, 875 Hektare Tanaman Padi Puso di Klaten

Antara
Ilustrasi

 

HINGGA akhir Agustus, tanaman padi di Kabupaten Klaten (Jateng) yang kekeringan akibat kemarau mencapai sekitar 2.020 hektare dan 875 hektare di antaranya puso atau gagal tanam. Lahan padi yang kekeringan tersebut tersebar di Kecamatan Bayat, Cawas, Trucuk, Gantiwarno, Wedi, Pedan, Ceper, dan Karangdowo. Kekeringan terparah di Kecamatan Bayat dan Cawas.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Erni Kusumawati mengatakan lahan padi ribuan hektare kekeringan akibat kemarau.

"Total lahan padi yang kekeringan hingga akhir Agustus, mencapai 2.020 hektare. Dan 875 hektare di antaranya gagal tanam atau puso," jelasnya kepada Media Indonesia di kantornya, Jumat (6/9).

Menurut Erni, lahan padi yang kekeringan disebabkan pasokan air irigasi terhenti. Hal itu terjadi setelah selesai tanam. Padahal, tanaman padi masih fase vegetatif dan membutuhkan air irigasi.

Kasi Produksi Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Lilik Nugraharjo mengharapkan Oktober sudah turun hujan. Sehingga, target 4.000 hektare luas tambah tanam (LTT) bulan depan itu tercapai. Meski ratusan hektare tanaman padi puso, Lilik tetap optimistis produksi aman atau paling tidak sama dengan tahun lalu sebesar 431.359 ton. Pun surplus beras sekitar 130.000 ton terjaga.

baca juga: Resto Filini Radisson Blu Bali Pertama di Asia Pasifik

"Klaten memiliki luas lahan sawah sekitar 33.000 hektare. Diharapkan melalui program LTT, luas tanam padi bisa mencapai 77.000 hektare tahun ini, dengan produktivitas 6,1 ton per hektare," jelasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More