Jumat 06 September 2019, 22:15 WIB

Tanpa Visa Haji, Ratusan WNI Ditahan Aparat Saudi

Sitria Hamid dari Arab Saudi | Haji
Tanpa Visa Haji, Ratusan WNI Ditahan Aparat Saudi

Ist
Konjen RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin.

SEBANYAK 181 WNI diamankan aparat berwenang Arab Saudi sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji. Mereka digrebek di apartemen dan di sebuah penampungan di Mekah. Dan ditahan di rumah detensi imigrasi (Tarhil) Syumaisi karena akan melaksanakan ibadah haji tanpa visa haji dan surat izin (tasrekh) berhaji.

Ditemukan pula, puluhan WNI yang terlunta-lunta seusai melaksanakan ibadah haji karena tidak memiliki tiket pulang. Dan juga, WNI yang terkatung-katung kepulangannya karena diberangkatkan dengan visa kerja dan tidak diuruskan exit permitnya oleh perusahaan/travel yang memberangkatkan. Akibatnya, mereka tertahan di bandara.

Hasil berita acara pemeriksaan (BAP) Tim Pelayanan dan Pelindungan Warga (Yanlin) KJRI Jeddah, menyebutkan, sebagian besar dari 181 orang itu mengaku tertipu tawaran berhaji oleh seorang oknum dari travel yang ikut terjaring dalam operasi. Oknum itu juga dimasukkan ke dalam sel tahanan imigrasi Arab Saudi.

Konjen RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin menyesalkan berulangnya peristiwa penahanan terhadap WNI karena hendak berhaji di luar prosedur atau ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia.

Musim haji tahun ini, kata Konjen Hery, jumlah WNI yang diamankan pihak keamanan Arab Saudi kian meningkat dibanding tahun sebelumnya. Kebanyakan mereka adalah korban penipuan dari oknum yang mengaku menguruskan Haji ONH Plus. Tetapi, ternyata visa yang digunakan untuk memberangkatkan mereka bukan visa haji.

"Perkiraan saya masih ada di luar sana orang kita yang masih belum bisa pulang karena terkendala visa," kata Konjen seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia, Sitria Hamid, dari Madinah.

Pelaksana Fungsi Konsuler-1 yang merangkap Koordinator Yanlin KJRI Jeddah, Safaat Ghofur, menyebutkan KJRI hingga saat ini telah memberikan pendampingan terhadap 201 orang WNI.


Baca juga: Jemaah Haji RI Mulai Nikmati Eyab di Bandara Madinah


"195 telah berhasil dipulangkan ke Indonesia. Sisanya hingga saat ini masih diupayakan agar bisa segera dipulangkan juga," kata Safaat.

"Terdapat lima orang jemaah tertunda pemulangannya karena tidak memiliki tiket pulang. Mereka korban penipuan oleh oknum travel," jelas Safaat.

Staf Teknis/Konsul Imigrasi Ahmad Zaeni yang melakukan BAP terhadap para korban di Tarhil mengungkapkan, para WNI itu dijanjikan oleh oknum travel akan dihubungkan dengan muassasah selaku penyedia paket haji, termasuk tasrekh, tenda Arafah-Mina, katering dan transportasi.

"Dari keterangan mereka, biayanya antara Rp60-200 juta per orang. Penawaran itu menyebar dari orang ke orang," kata Zaeni.

Muchamad Yusuf, Konsul Tenaga Kerja, yang turut terjun ke lapangan, mengidentifikasi berbagai jenis visa yang digunakan oleh para oknum untuk memberangkatkan korban. Para korban kebanyakan diberangkatkan dengan visa kerja musiman (amil musim). Dan yang lainnya, dengan visa turis untuk menghadiri event (ziarah fa’aliat), visa kunjungan pribadi (ziarah syakhsiah), visa umrah, dan sisanya berstatus mukim.

"Sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi, setiap warga negara asing yang masuk dengan visa kerja harus memperoleh exit permit dari penanggung jawab (majikan) yang tertera di visa pekerjanya," kata Yusuf. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More